Blitar (beritajatim.com) – Gebrakan baru datang dari dunia perkoperasian di Kabupaten Blitar. Sebanyak 79 unit truk bantuan untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini tak lagi hanya menjadi pajangan di garasi. Dinas Koperasi dan UKM (Koptum) Kabupaten Blitar resmi memberikan lampu hijau bagi armada tersebut untuk segera mengaspal dan melayani masyarakat desa.
Langkah ini tergolong berani, mengingat hingga saat ini Pedoman Teknis (Juknis) resmi terkait operasional bantuan tersebut masih dalam proses penggodaan. Namun, demi asas kemanfaatan dan percepatan ekonomi lokal, pemerintah daerah memilih untuk bergerak lebih cepat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Blitar, Sri Wahyuni, menyatakan bahwa seluruh armada yang telah didistribusikan sudah sah untuk digunakan menunjang operasional masing-masing KDMP. Menurutnya, keberadaan truk tersebut harus segera dirasakan manfaatnya oleh para anggota koperasi dan masyarakat luas.
“Sudah bisa digunakan itu truknya,” ujar Sri Wahyuni saat dikonfirmasi mengenai status operasional bantuan tersebut.
Keputusan ini diambil agar 79 unit truk tersebut tidak mangkrak dan mengalami penurunan kondisi mesin akibat terlalu lama tidak beroperasi. Dengan mulainya operasional ini, diharapkan mobilitas logistik dan pengangkutan hasil bumi di wilayah pedesaan Blitar bisa semakin efisien.
Total 79 unit truk yang diserahkan kepada KDMP ini merupakan bantuan strategis untuk memperkuat rantai pasok dari desa ke kota.
“Juknisnya belum ada tapi sudah bisa digunakan,” tegasnya.
Sebanyak 65 koperasi desa merah putih di Kabupaten Blitar sendiri sudah beroperasional. Bahkan perputaran uang di 65 KDMP tersebut mencapai Rp10-25 juta per bulan.
Menariknya, aktivitas bisnis ini dilakukan tanpa menggunakan bangunan baru KDMP yang nilainya mencapai Rp.3 miliar. Selama ini 65 Koperasi desa merah putih itu menggunakan bangunan milik desa serta beberapa diantaranya bekerjasama dengan koperasi yang telah ada.
“Berarti rata-rata 25 jutaan. Ada yang 10 juta, masih gitu. Yang penting sekarang masih memulai dalam rangka untuk mencukupi kebutuhan anggota terutama,” tandasnya. [owi/beq]






