Surabaya (beritajatim.com) – Jorge Martin mencatatkan kemenangan dramatis pada sprint race MotoGP di Circuit of The Americas (COTA) pada Minggu (29/3/2026) subuh WIB, setelah menyalip Pecco Bagnaia di lap terakhir.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Martin sejak ia menjuarai MotoGP musim 2024, sekaligus mengukuhkan performanya bersama Aprilia Racing.
Balapan sprint berlangsung penuh drama sejak awal. Insiden besar terjadi di lap pembuka ketika Marc Marquez bertabrakan dengan Fabio Di Giannantonio, membuat keduanya gagal melanjutkan lomba dan kehilangan peluang meraih poin.
Di Giannantonio sempat memulai balapan dengan baik, namun melebar di tikungan pertama sehingga posisinya disalip oleh Bagnaia, Pedro Acosta, dan Marquez. Ia sempat merebut kembali posisi, sebelum akhirnya insiden dengan Marquez mengakhiri balapannya.
Marquez mencoba manuver agresif di Tikungan 12, namun terlalu dalam saat masuk tikungan dan terjatuh. Ia kemudian menabrak Di Giannantonio yang berada di jalurnya, membuat keduanya tersungkur dan tersingkir dari persaingan.
Sementara itu, Martin yang sempat tercecer di posisi keenam pada awal lomba justru tampil impresif. Keputusan menggunakan ban belakang medium—berbeda dari mayoritas pembalap yang memilih ban lunak—menjadi faktor penentu.
Pembalap asal Spanyol tersebut secara konsisten memangkas jarak dengan Bagnaia yang sebelumnya tampak nyaman memimpin balapan. Memasuki dua lap terakhir, Martin terus menekan hingga akhirnya melancarkan manuver penentu di Tikungan 12 pada lap terakhir.
Dengan aksi overtake yang agresif namun bersih, Martin berhasil merebut posisi terdepan dan mengamankan kemenangan.
Ironisnya, usai balapan, Martin sempat terjatuh saat melakukan selebrasi wheelie di in-lap. Meski demikian, ia tidak mengalami cedera serius dan tetap melanjutkan perayaan kemenangannya. Bagnaia harus puas finis di posisi kedua, sementara Acosta melengkapi podium di tempat ketiga.
Di sisi lain, Marco Bezzecchi kehilangan peluang besar setelah terjatuh di Tikungan 11 saat sedang bersaing di posisi depan. Hasil ini membuatnya kehilangan keunggulan poin dari Martin.
Nasib serupa dialami Joan Mir. Pembalap Repsol Honda Team tersebut sempat tampil menjanjikan di posisi keempat sebelum terjatuh di tikungan pertama pada lap terakhir.
Sementara itu, Enea Bastianini tampil impresif dengan gaya balap agresif untuk finis keempat bersama Tech3 KTM. Ia mengamankan posisi tersebut setelah menyalip Alex Marquez di lap terakhir.
Sprint race di Austin ini pun menjadi salah satu balapan paling menegangkan musim ini, dengan kombinasi strategi, insiden, dan duel ketat hingga tikungan terakhir. [faw/suf]






