Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah megahnya modernisasi Kota Surabaya, berdiri sebuah arca kuno yang menyimpan sejuta cerita. Arca Joko Dolog, demikian masyarakat mengenalnya.
Arca ini bukan sekadar benda cagar budaya, melainkan saksi bisu kejadian masa lalu dan peralihan zaman di Kota Surabaya. Di balik Arca bersejarah ini, tersimpan kisah unik unik yang diwariskan secara turun temurun oleh para juru kunci, salah satunya adalah Mbah Mul.
Mbah Mul, sosok ramah yang menjaga Arca Joko Dolog pada malam hari, dengan senang hati berbagi cerita mengenai latar belakang dan segala keunikan terkait patung, memberi wawasan mengenai makna dari Arca Joko Dolog. Menurutnya, Arca Joko Dolog berasal dari Trowulan dan dipindahkan ke Surabaya pada masa Hindia Belanda.
Keberadaan arca di Taman Apsari didasari rencana Belanda di masa colonial yang ingin membawa Arca ini ke Negeri Kincir Angin. Tetapi, upaya tersebut gagal.
Ketika hendak diangkut melalui sungai kecil di belakang Gedung Grahadi, kapal yang membawa patung ini mengalami kendala. Hingga akhirnya arca tersebut ditinggalkan di Surabaya.
Asal usul nama Joko Dolog sendiri cukup unik. Ketika pertama kali ditemukan, arca tersebut tertutup oleh kayu log. Dalam Bahasa Jawa, “Jogo” berarti menjaga dan “log” adalah kayu. Dari sini kemudian muncul sebutan Joko Dolog yang artinya “penjaga kayu”.
Elemen arca, seperti posisi tangan (mudra) yang terdapat pada arca memiliki makna simbolik yang mendalam. Mudra tertentu dapat mewakilkan berbagai konsep seperti meditasi, pembebasan ataupun perlindungan.

Selain sejarahnya yang panjang, Arca Joko Dolog juga dipercaya memiliki kekuatan magis dan spiritual yang kuat.
“Energinya sangat kuat, dulunya tempat ini kan punden, dijadikan tempat suci, untuk tauhid dan meminta kepada tuhannya masing masing,” ujar Mbah Mul, Senin (29/7/2024).
Kini, tempat ini terbuka untuk semua, tanpa memandang agama maupun kepercayaan. Banyak pengunjung yang datang untuk berdoa dan meminta berkah.
Salah satu keunikan Arca Joko Dolog adalah tulisan kuno yang menghiasi bagian bawahnya. Hingga kini, belum ada yang berhasil mengungkapkan makna dari tulisan tersebut.
“Sudah ada yang meneliti, masih belum dibukukan, kalau bisa ada yang ngerti nanti akhirnya kan dibukukan,” ujar Mbah Mul.
Misteri ini semakin menambah daya tarik Arca Joko Dolog. Keberadaan Arca Joko Dolog menjadi bukti nyata kekayaan sejarah serta budaya bangsa.
Arca ini menjadi bukti bahwa sejarah tidak hanya tertulis, namun juga tertanam dalam benda-benda peninggalan masa lalu. Arca ini tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan toleransi antar umat beragama. [beq]






