Blitar (beritajatim.com) – Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung-Blitar kini telah tembus. Meski begitu pengerjaan JLS untuk di wilayah Kabupaten Blitar masih belum selesai dan terus dikebut dengan target selesai di 2025-2030.
Pemerintah Kabupaten Blitar pun mendapatkan mandat dari pemerintah pusat terkait percepatan pembangunan JLS. Maka Pemkab Blitar memasukkan pembahasan soal JLS ini dalam Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Blitar Tahun 2025-2045.
Bupati Blitar, Rini Syarifah menyampaikan bahwa salah satu mandatory dari Pemerintah Pusat yaitu Proyek Strategis Nasional Pansela. Menurutnya sesuai dengan arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pansela ini harus diselesaikan pada 5 (lima) tahun pertama RPJPD 2025-2045.
“Sesuai dengan mandatory dari Pemerintah Pusat yaitu Proyek Strategis Nasional Pansela juga harus dipercepat,” kata Rini Syarifah, Bupati Blitar, Kamis (14/12/2023).
Dalam FGD RPJPD Kabupaten Blitar Tahun 2025-2045, diketahui panjang JLS di Kabupaten Blitar sendiri mencapai 62,78 kilometer. Hingga saat ini total JLS atau Pansela (Pantai Selatan) yang telah terbangun sepanjang 3,95 kilometer.
Sementara yang kini tengah memasuki proses konstruksi atau pembangunan adalah sepanjang 3,95 kilometer. Ada pula ruas yang telah masuk usulan pembangunan yakni sepanjang 17,33 kilometer.
Dengan jumlah tersebut maka total ruas Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Blitar yang belum terbangun adalah sepanjang 23,44 km.
“Inilah yang saya harapkan segera dipercepat proses penyiapan persyaratannya dan akan saya monitor terus progress-nya, Karena Pansela itu sangat strategis dan berpotensi untuk mempersempit kesenjangan antar wilayah, melalui munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru,” tegas Rini Syarifah.
Rini Syarifah menegaskan bahwa Pemkab Blitar bakal terus melakukan monitoring terkait progres pembangunan JLS. Bupati Blitar tidak ingin proyek strategis nasional ini molor dari target yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat dan provinsi Jawa Timur.
“Yang belum terbangun sepanjang 23,44 km, harus segera dilakukan pengerjaan dan kami akan lakukan monitoring progresnya,” imbuh Rini Syarifah.
Selain mempermudah akses antar Kota/Kabupaten sekitar, JLS ini juga bakal memunculkan sejumlah potensi ekonomi baru bagi warga terutama di sektor pariwisata. Pasalnya jalur lintas selatan memang menawarkan pemandangan indah laut selatan jawa yang diharapkan bisa menarik wisatawan untuk mampir berkunjung ke sejumlah pantai di Kabupaten Blitar.
Disisi lain Pemkab Blitar, juga memiliki sejumlah pekerjaan rumah untuk mempersiapkan fasilitas pendukung JLS jika sudah jadi kelak. Fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas umum lainnya menjadi hal utama yang harus dipersiapkan oleh Pemkab Blitar.
“Artinya, perekonomian berkembang dan sarana-prasarana di wilayah akan semakin baik, jika Pansela ini segera terselesaikan,” tandasnya. [owi/aje)






