Jember (beritajatim.com) – Perkenalkan. Mereka perwira Resimen Gatotkaca, dari sebuah bumi yang hancur karena keserakahan manusia pada masa depan. Kapten Xander Solarees dan Kolonel Nova Xagvra.
Tentu saja mereka tidak benar-benar dari masa depan. Nama asli Xander adalah Kalifa Diyantama dan Nova adalah Aurellia Elsyasagfra. Mereka adalah talent yang memperkenalkan sepuluh defile karnaval busana dalam grand launching Jember Fashion Carnaval (JFC) 2023, di Studio 1, Kota Cinema Mall, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (2/3/2023) malam.

JFC akan digelar pada 4-6 Agustus 2023, dan ini karnaval tahunan ke-21 setelah sempat terhenti pada 2020 karena pandemi Covid. Dengan tema besar Timelapse: Journey of The Earth, JFC menampilkan defile busana yang bercerita tentang perjalanan bumi sejak awal penciptaan hingga hari ini. Setiap defile disebut dengan Chapter atau Bab, seperti ingin menunjukkan babakan demi babakan.
Baca Juga:
Kampung Kreatif Jember Fashion Carnaval Kuatkan Kurikulum Merdeka
Dibuka dengan Big Bang (Ledakan Besar), busana yang ditampilkan merepresentasikan bagaimana bumi terbentuk karena benturan-benturan benda-benda alam semesta. Chaos. Acak. Lalu lahirlah masa Prehistoric (Prasejarah), yang disajikan dengan busana yang mencitrakan sosok dinosaurus, makhluk-makhluk raksasa, dan manusia purba pada masa itu.

Ketika orang mulai membangun kebudayaan, lahirlah kerajaan-kerajaan dengan cerita yang dibangun melalui busana sosok maharaja pada defile Empire. Perkembangan kerajaan diikuti dengan meluasnya keyakinan dan agama di seluruh dunia. “Orang mulai mempertanyakan penciptaaan mereka dan dari mana mereka berasal,” kata Nova Xagvra, membuka defile Religic.

Baca Juga:
Kampung Kreatif Jember Fashion Carnaval Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru

Penemukan mesin cetak memicu aufklarung atau masa pencerahan. Nalar melahirkan sains dan penemuan-penemuan yang digambarkan dalam defile Invention. Talent atau model dalam defile ini menyunggi jam di atas kepalanya, menyimbolkan pengenalan manusia akan waktu adalah bagian dari kemajuan.

Namun setiap penemuan (invention) seperti membuka kotak pandora keserakahan manusia. Mereka tidak hanya menemukan jam, kapal, dan mobil, tapi juga pesawat tempur, kapal perang, senapan, dan bom yang membawa pada peperangan. Inilah defile keenam: World War. Perang Dunia.

Namun setiap perang akan berakhir. Pemenang menentukan arah zaman, dan masuklah era penghiburan. Para seniman. Aktor. Aktris. Biduan panggung. Mereka adalah para bintang dan idola yang dikemas dalam defile Superstar.

JFC menyisipkan pesan kesadaran manusia terhadap konservasi alam melalui defile kedelapan: Upcycle. Inilah defile yang ingin menyampaikan bahwa semua yang ada di bumi tak seharusnya terbuang sia-sia menjadi pencemar, dan seharusnya dimanfaatkan kembali untuk umat manusia tanpa mengganggu lingkungan.

Kemajuan teknologi digital dan realitas virtual dipotret dalam defile busana Metaverse. Sesuatu yang dinisbatkan melebihi semesta. Sebuah semesta buatan, realitas baru yang mereplikasi kehidupan nyata semirip mungkin.

Defile JFC 21 ditutup dengan defile Nusantara yang mengampanyekan Ibu Kota Nusantara (IKN). Seorang model perempuan menampilkan busana maket kota di antara rerimbunan pepohonan hijau. Sempurna untuk menggambarkan bagaimana ibu kota Indonesia nantinya.

Pertunjukan berakhir. Tidak ada defile yang menunjukkan proses apokalips. Kehancuran bumi. Xander memilih menutupnya dengan sebuah pesan bijak. “Manusia harus puas dengan yang dimiliki atau kalian akan menderita keserekahan.” [wir]






