Malang (beritajatim.com) – Jenazah mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Imam Muslimin alias Yai Mim langsung dibawa ke rumah duka di Kabupaten Blitar. Jenazah Yai Mim sebelumnya menjalani visum et repertum di kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang pada Senin (13/4/2026).
Yai Mim sendiri dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.45 WIB saat akan menjalani pemeriksaan sebagai pelapor atas pengaduan penganiayaan. Setelah itu, jenazah dibawa ke RSSA hingga akhirnya dibawa ke kamar mayat untuk divisum.
Untuk jenazah Yai Mim kabarnya bertolak ke rumah duka di Blitar sekitar pukul 17.28 WIB. Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, membenarkan kabar itu. Bahkan, dia turut mendampingi jenazah ke Blitar. “Ini saya masih mendampingi jenazah ke Blitar,” kata Aji.
Aji menuturkan, dari hasil analisis sementara terdapat tanda-tanda menonjol yang mengarah pada asfiksia sebagai kesimpulan awal penyebab kematian Yai Mim. Namun, dia belum bisa menjelaskan secara detail hasil visum RSSA.
“Namun dari hasil analisis sementara, tanda-tanda menonjol untuk asfiksia (kondisi ketika tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup),” ujar Aji.
Sebelumnya, kabar duka datang dari Muhammad Imam Muslimin alias Yai Mim. Tersangka kasus pelecehan seksual dan pornografi itu meninggal dunia saat akan diperiksa sebagai pelapor di Polresta Malang Kota pada Senin (13/4/2026).
Yai Mim sendiri resmi ditahan Polresta Malang Kota sejak Senin (19/1/2026). Dia ditahan atas kasus pelecehan seksual dan pornografi dengan pelapor Nurul Sahara. (luc/kun)






