Pasuruan (beritajatim.com) – Korban pembakaran santri di Pondok Pesantren Al-Berr Pandaan Pasuruan, dikebumikan. Saat jenazah korban, INF (13), tiba di rumah duka, pihak keluarga tidak kuat membendung air mata.
Bahkan ayah korban, Gunawan sampai tak kuat dan pingsan saat jenazah anaknya diturunkan dari ambulance. Namun, seluruh keluarga korban sudah melepas kepergian INF dengan lapang hati.
Terlihat setelah shalat Dhuhur, jenazah INF keluar dari Masjid Al-Ikhlas di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol. Tak hanya keluarga korban, semua santri dari Pondok Pesantren Al-Berr juga turut mendampingi INF sampai ke liang lahat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”santri”]
“Kami semua keluarga sudah rela melepaskan INF. Kami meminta doa untuk semuanya agar anak saya diberi tempat yang layak disisi-Nya,” kata ibu INF, Siti Yulia, Kamis (19/1/2023).
Siti, sapaan akrab ibu INF, juga menjelaskan bahwa sebelum di Pasuruan, INF sempat besar di Tulungagung. Namun saat mulai masuk sekolah dasar, INF pindah di Pasuruan dengan keluarganya. INF sendiri sejak kelas 4 SD sudah meminta untuk menempuh pendidikan di pondok pesantren. “Jadi saat itu saya menabung untuk anak saya mondok saat masuk SMP,” imbuhnya.
Ditambahkan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Berr, M Izzudin mengatakan bahwa INF merupakan anak yang baik hati. Dirinya juga mendoakan bahwa INF bisa tenang setelah dikebumikan. “Ya kita semua mendoakan INF agar diterima disisi-Nya. Lalu untuk teman dan keluarga korban agar menerima kepergiannya dengan ikhlas sehingga INF bisa tenang,” katanya. (ada/kun)






