Jember (beritajatim.com) – Jember Fashion Carnaval meminta maaf kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena tidak mengibarkan bendera lembaga tersebut, saat sesi JFC For Democracy dalam Grand Carnival, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (5/8/2023) malam.
“Itu di luar kesengajaan kami. Kami betul-betul mempersiapkan sesi JFC For Democracy dengan berdiskusi dengan beberapa pihak, termasuk KPU. Namun rupanya masih ada kekeliruan. Oleh sebab itu kami minta maaf kepada Bawaslu atas ketidaktahuan ini,” kata Wakil Ketua Yayasan JFC David Susilo, Minggu (6/8/2023) sore.
JFC For Democracy adalah tambahan segmen dalam pentas JFC ke-21 untuk menyambut pemilihan umum, yang digelar setelah 10 defile parade busana selesai dipentaskan. Dalam sesi ini bendera merah putih dan bendera Komisi Pemilihan Umum (KPU) berkibar. Namun bendera Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak terlihat.
Sejumlah talenta sesuai dengan jumlah partai politik peserta pemilu membawakan tarian untuk menunjukkan keberagaman. Ada pula pasukan pengibar bendera merah putih yang berderap dengan diiringi lagu ‘Bendera’ dan ‘Memilih untuk Indonesia’ dari kelompok musik Cokelat.
David Susilo menegaskan dukungan untuk menyukseskan pemilu melalui sesi JFC For Democracy ini. “Kami bekerja sama dengan seorang koreografer tari, dan menciptakan tarian demokrasi untuk ditampilkan,” katanya.
Tak ada logo 18 partai peserta pemilu, JFC bermain dengan simbolisme. “Para penari cukup membawa payung berwarna-warni sebagai simbol partai juga ikut memayungi pelaksanaan pemilu yang demokratis dan jurdil,” kata David.
Dalam siaran persnya, JFC mengajak seluruh masyarakat dan rakyat Indonesia untuk sadar akan nasib masa depan bangsa, yang akan ditentukan oleh setiap hak pilih warga negara Indonesia.
“Pada sesi ini, akan digambarkan persatuan dari seluruh partai di Indonesia dengan menampilkan citra damai seluruh etalase dan perwakilan partai. Memberi pesan kepada seluruh dunia, bahwa demokrasi yang adil merupakan jalan terbaik mengakomodasi keberagaman, menampung aspirasi masyarakat, dan memajukan bangsa Indonesia,” demikian siaran pers tersebut.
Sementara Bupati Hendy Siswanto mengapresiasi tampilan JFC For Democracy. “JFC For Democracy sengaja kami suguhkan untuk menyongsong Pemilu 2024 sebagai pesta demokrasi. Wes wayahe seluruh masyarakat Jember berpartisipasi sukseskan Pemilu 2024,” katanya. [wir]






