Sumenep (beritajatim.com) – Putusnya jembatan di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep berdampak pada guru-guru yang akan mengajar di SMP Negeri 2 Pasongsongan. Mereka terlambat mengajar karena harus mencari jalan alternatif dengan rute memutar sejauh 5 kilometer.
“Kami biasanya memang lewat jembatan ini. Kami kaget tadi karena ternyata jembatan ini sudah tidak bisa dilewati. Air sungainya tinggi dan deras,” kata salah satu guru SMP Negeri 2 Pasongsongan, Kadarisman.
Jembatan yang menghubungkan Desa Campaka dan Desa Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan menjadi akses penghubung utama bagi yang akan ke Desa Lebeng Barat dari Kecamatan Kota Sumenep maupun Kecamatan Ambunten. Jembatan tersebut diketahui ambrol sekitar jam 02.30 WIB dini hari.
“Kami harus mencari jalur alternatif untuk bisa sampai ke sekolah. Tidak mungkin kami tidak masuk hari ini hanya gara-gara jembatan putus. Kasihan anak-anak (siswa: red) di sekolah sudah menunggu,” ujar Kadarisman.
Ia kemudian mengambil jalur alternatif dengan memutar ke utara. Jaraknya lebih jauh, sekitar 5 km jika dibandingkan dengan jalur biasa lewat jembatan itu.
Baca Juga:
Hujan Deras, Jembatan di Pasongsongan Sumenep Putus
“Perlu waktu sekitar setengah jam untuk memutar hingga sampai di sekolah. Jalannya sempit dan rusak. Karena itu butuh waktu lebih lama untuk melewatinya,” terangnya.
Meski agak terlambat sampai di sekolah, namun ia bersyukur masih bisa menunaikan kewajibannya mengajar anak-anak di sekolah.
“Putusnya jembatan itu tidak akan jadi penghalang bagi kami untuk tetap mengajar anak-anak disini. Cukup banyak guru-guru Pasongsongan 2 yang berasal dari kota maupun Ambunten. Ya semuanya sama. Harus berputar lebih jauh,” paparnya.
Baca Juga:
Aliansi Amanat Rakyat Bertahan ‘Kepung’ Mapolres Sumenep
Jembatan tersebut dilaporkan pernah putus beberapa tahun lalu, kemudian mendapatkan perbaikan hingga bisa kembali dilewati. Namun sekitar dua bulan lalu, sisi barat jembatan, separuh ambrol tergerus air.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sumenep, Eri Susanto mengaku telah mendapatkan laporan mengenai putusnya jembatan di Pasongsongan itu.
“Kami segera ke lokasi untuk survei dan mengecek langsung kondisinya. Kami upayakan secepatnya ada penanganan,” ujarnya singkat. [tem/beq]






