RINGKASAN BERITA:
- PPIH mengimbau jemaah haji tidak memforsir ibadah sunnah demi menjaga stamina fisik menjelang wukuf di Arafah.
- Kegiatan visitasi dan edukasi (visduk) dilakukan untuk membekali jemaah kesiapan manasik dan kesehatan fisik.
- Sinergi antara tim pembimbing ibadah, kesehatan, dan layanan lansia diintensifkan di pemondokan jemaah.
- Jemaah disarankan memanfaatkan musala hotel guna menghindari kepadatan di Masjidil Haram di tengah suhu ekstrem.
Makkah (beritajatim.com) – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah haji Indonesia untuk tidak memforsir ibadah sunnah, seperti umrah berkali-kali, guna menjaga ketahanan fisik menjelang puncak haji di Arafah.
Langkah preventif ini dilakukan melalui program Visitasi dan Edukasi (Visduk) yang menggabungkan aspek bimbingan ibadah, kesehatan, serta layanan lansia dan disabilitas di setiap sektor pemondokan.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji Center (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kegiatan edukasi kolaboratif ini salah satunya dilaksanakan di Mushola Hotel Al Hidayah Tower 4, Makkah.
Para jemaah yang berasal dari kloter BDJ 1 dan BDJ 3 tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan senam peregangan untuk melemaskan otot agar fisik tetap bugar di tengah suhu Makkah yang kini menyentuh 40 derajat Celsius.
Kepala Bidang Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Abdillah M. Thohir, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan jemaah memiliki kesiapan mental dan spiritual yang matang.
“Alhamdulillah ya saat ini, hari ini kami melaksanakan visitasi dan edukasi kepada jemaah BDJ 1 dan BDJ 3 yang berada di Tower Al Hidayah. Ya alhamdulillah tampak jemaah sangat antusias sekali mengikuti kegiatan ini ya dan alhamdulillah sehat-sehat dan ceria,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Dalam program Visduk ini, tim pembimbing ibadah bekerja sama secara simultan dengan tim kesehatan serta layanan lansia dan disabilitas (Landis). Sinergi ini memastikan jemaah tidak hanya paham tata cara manasik, tetapi juga mampu mengukur kapasitas fisik mereka sendiri sebelum memasuki fase berat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Dalam kegiatan visitasi dan edukasi ini kami bersinergi dengan berbagai layanan yaitu di antaranya layanan kesehatan, layanan lansia dan disabilitas, dan tentunya yang terutama juga adalah layanan pembimbing ibadah. Karena dalam Visduk ini, selain kami memberikan terkait dengan kesiapan manasik jemaah haji, tetapi mereka para jemaah juga dibekali kesiapan secara fisik untuk menghadapi puncak haji tanggal 9 Arafah,” jelas Abdillah.
Petugas menyoroti adanya fenomena euforia jemaah yang ingin melaksanakan ibadah sunnah sebanyak mungkin karena merasa telah menunggu bertahun-tahun untuk sampai ke Tanah Suci. Namun, Abdillah mengingatkan bahwa esensi utama dari kehadiran jemaah di Arab Saudi adalah pelaksanaan wukuf yang merupakan rukun sah ibadah haji.
“Kami mengimbau bahwa tujuan bapak dan ibu jemaah haji yaitu untuk melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Itu tujuan utama bapak dan ibu hadir di sini untuk menyelenggarakan ibadah haji. Oleh karena itu, silakan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah namun jangan sampai memforsir diri sehingga nanti di waktu pelaksanaannya wajibnya yaitu wukuf di Padang Arafah fisik bapak dan ibu tetap terjaga dengan baik,” tegasnya.
Guna meminimalisir risiko kelelahan akibat kepadatan di Masjidil Haram, jemaah disarankan untuk lebih bijak dalam mengatur waktu ibadah. Mengingat jumlah jemaah Indonesia yang sudah mendarat kini mencapai 125.243 orang, kondisi terminal dan area tawaf semakin padat dan berisiko bagi jemaah risiko tinggi (risti).
“Kami juga mengimbau tidak perlu untuk memaksakan diri ke Masjidil Haram di waktu-waktu padat. Gunakan fasilitas-fasilitas masjid yang ada di sekitar hotel juga termasuk musala-musala yang kami siapkan di hotel; ini juga bisa dimanfaatkan dalam rangka untuk menjaga ketahanan fisik bapak dan ibu,” pungkas Abdillah.
Kedisiplinan jemaah dalam menjaga ritme ibadah menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian rukun haji dapat ditunaikan secara sempurna dan khusyuk. [ian/MCH]






