Ringkasan Berita:
- Sebanyak 74.652 jemaah haji Indonesia dari 192 kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga Sabtu (2/5/2026).
- Layanan Bus Sholawat beroperasi 24 jam di Makkah dengan 452 armada, termasuk bus hidrolik ramah lansia.
- Jemaah diimbau waspada terhadap cuaca ekstrem di Makkah yang diperkirakan mencapai suhu 43 derajat Celsius.
- Total jemaah wafat tercatat 7 orang dan dipastikan mendapatkan hak badal haji dari pemerintah.
Makkah (beritajatim.com) – Sebanyak 74.652 jemaah haji Indonesia resmi diberangkatkan ke Tanah Suci hingga hari ke-13 operasional haji 1447 H/2026 M, dengan dukungan penuh layanan transportasi Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam di Kota Makkah.
Berdasarkan data sistem informasi haji hingga Sabtu (2/5/2026), tercatat 192 kelompok terbang (kloter) telah bertolak dari berbagai embarkasi di tanah air, termasuk kontingen besar dari Embarkasi Surabaya (SUB).
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah kini memasuki fase intensif secara bertahap.
Hingga saat ini, sebanyak 36 kloter dengan total 14.503 jemaah telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan bersiap menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Layanan Bus Sholawat Ramah Lansia
Guna menunjang mobilisasi jemaah dari hotel pemondokan menuju Masjidil Haram, pemerintah menyiagakan 452 armada Bus Sholawat yang beroperasi tanpa henti.
Layanan ini mencakup 21 rute strategis yang menghubungkan jemaah melalui tiga terminal utama: Jiad (Ajyad), Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan haji ramah lansia dan disabilitas melalui penyediaan armada khusus.
Sebanyak 52 unit dari total bus yang tersedia merupakan tipe bus hidrolik yang memudahkan akses bagi jemaah pengguna kursi roda dan lansia.
Setiap jemaah dibekali kartu panduan rute sesuai kode warna dan nomor bus untuk mencegah risiko tersesat. “Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif,” ujar Maria.
Mitigasi Kesehatan di Tengah Suhu 43 Derajat
Tantangan berat membayangi jemaah haji tahun ini seiring prakiraan cuaca ekstrem di Makkah yang diprediksi menembus angka 43 derajat Celsius. Tingginya suhu udara menuntut jemaah untuk ekstra disiplin dalam menjaga hidrasi dan membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Data kesehatan menunjukkan 6.823 jemaah telah menjalani rawat jalan, sementara 141 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Hingga hari ke-13, total jemaah wafat tercatat sebanyak 7 orang, yang didominasi oleh kasus serangan jantung dan radang paru-paru.
“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari,” tegas Maria. Seluruh jemaah yang wafat dipastikan akan mendapatkan hak badal haji yang dikelola langsung oleh petugas PPIH Arab Saudi.
Selain aspek layanan, pemerintah terus memperketat pengawasan terhadap penggunaan visa haji resmi guna mencegah keberadaan jemaah nonprosedural.
Petugas di lapangan bersama otoritas keamanan Arab Saudi (Askar) secara rutin melakukan pemeriksaan identitas, termasuk kartu Nusuk, di berbagai titik check point menuju Masjidil Haram.
Bagi jemaah asal Jawa Timur dan daerah lainnya yang menginap di wilayah seperti Aziziyah atau Syisyah, penggunaan Bus Sholawat menjadi solusi paling aman dan nyaman.
Petugas haji disiagakan di setiap halte untuk memberikan pendampingan teknis, terutama bagi jemaah yang belum terbiasa dengan sistem rute transportasi di Makkah. [ian/MCH/suf]






