Gresik (beritajatim.com)- Menjelang produksi perdana pada Juni 2024. PT Freeport Indonesia (PTFI) mencapai lebih dari 50 juta jam kerja selamat dalam proyek pembangunan smelter di KEK JIIPE, Gresik.
Pencapaian tersebut semakin menguatkan langkah optimis Freeport Indonesia yang memulai operasi smelter pertama kali. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan prestasi dalam pembangunan. Tapi, juga menetapkan standar tertinggi dalam keselamatan kerja yang akan menjadi inspirasi ke depannya.
Deputi Site Manager proyek smelter PT Freeport Indonesia, Venta Agustri di Gresik mengatakan, dalam pencapaian 50 juta jam kerja selamat. Patut diapresiasi khususnya karyawan, dan kontraktor yang telah memberikan kontribusi terhadap keselamatan kerja.
“Sejak awal pembangunan smelter pada 2021, Freeport Indonesia telah menorehkan catatan penting yakni dimulai dengan 1 juta jam kerja selamat yang menjadi fondasi awal dalam menjaga keselamatan di tempat kerja. Berikutnya berhasil meraih 10 juta jam kerja selamat yang menunjukkan peningkatan dan konsistensi dalam menjalankan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.
“Pada Agustus 2023 kami mencapai 25 juta jam kerja selamat. Ini menjadi sebuah lompatan besar yang membuktikan bahwa budaya keselamatan telah terintegrasi sepenuhnya dalam setiap aspek pekerjaan,” ungkap Venta Agustri.
Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Gresik, Zainul Arifin menyatakan pencapaian 50 juta jam kerja selamat proyek smelter Freeport Indonesia di Gresik tidak mudah mengingat perusahaan ini merupakan smelter terbesar single line di dunia.
“Pencapaian 50 juta jam kerja adalah bukti nyata dari dedikasi dan komitmen semua pihak dalam menjamin keselamatan kerja. Semoga ini menjadi inspirasi dan standard bagi industri lainnya di Indonesia,” paparnya
Ia juga menambahkan, mengapresiasi peran dan kontribusi pekerja dalam mencapai rekor ini.
“Dedikasi dan kepatuhan mereka terhadap prosedur keselamatan telah menjadi kunci utama kesuksesan PT Freeport Indonesia,” imbuhnya. [dny/ian]






