Gresik (beritajatim.com)– Musyawarah Wilayah (Muswil) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur yang digelar pada 9-10 Mei 2026 di Kota Malang dipastikan berlangsung panas dan penuh perhatian. Selain menjadi ajang pemilihan Ketua PII Wilayah Jawa Timur periode 2026-2029, forum ini juga dipandang sebagai momentum strategis memperkuat peran insinyur dalam mendukung agenda besar pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Ketua PII Cabang Gresik, Awang Djohan Bachtiar, menegaskan bahwa Jawa Timur membutuhkan sosok pemimpin insinyur yang mampu menggerakkan kekuatan teknologi, hilirisasi, dan industrialisasi nasional, terutama di kawasan industri strategis seperti Gresik.
“Muswil ini bukan sekadar memilih ketua wilayah. Ini momentum menentukan arah perjuangan insinyur Jawa Timur ke depan. Kami ingin insinyur menjadi aktor utama dalam hilirisasi dan industrialisasi nasional,” ujar Awang, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, Gresik saat ini menjadi salah satu pusat implementasi visi besar Presiden Prabowo dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam. Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), smelter, hingga industri petrokimia menjadikan Gresik sebagai motor penggerak ekonomi berbasis nilai tambah.
Awang menilai, keberhasilan program hilirisasi tidak mungkin berjalan tanpa keterlibatan aktif para insinyur dari berbagai disiplin ilmu teknik.
“Presiden Prabowo ingin sumber daya alam Indonesia tidak lagi dijual mentah. Semua harus diolah menjadi produk bernilai tinggi. Itu membutuhkan peran insinyur metalurgi, mesin, elektro, kimia, hingga sipil. Insinyur harus ada di ruang kendali pembangunan,” paparnya.
Ia juga mengingatkan bahwa 17 program prioritas nasional pemerintahan Prabowo sangat erat kaitannya dengan dunia keinsinyuran. Mulai dari swasembada pangan, energi, dan air, hingga penguatan sains, teknologi, digitalisasi, dan pembangunan industri berbasis sumber daya alam.
Karena itu, Awang berharap Ketua PII Jawa Timur yang terpilih nanti memiliki visi hilirisasi yang kuat dan mampu memperjuangkan posisi strategis insinyur dalam setiap proyek pembangunan.
Selain visi industri, kemampuan advokasi juga menjadi perhatian utama. Menurut Awang, profesi insinyur selama ini belum mendapatkan posisi tawar yang kuat dalam proyek infrastruktur dan pembangunan nasional.
“Pemimpin baru harus berani memperjuangkan Undang-Undang Keinsinyuran dan memastikan setiap proyek besar di Jawa Timur dijalankan dengan prinsip keinsinyuran yang bertanggung jawab,” katanya.
Tak hanya itu, PII juga dituntut mampu merangkul generasi muda, terutama kalangan milenial dan Gen Z. Awang menilai bonus demografi akan menjadi tantangan besar apabila insinyur muda tidak diberi ruang berkembang.
“Kami ingin insinyur muda tampil memimpin. Jangan sampai mereka hanya jadi penonton di negeri sendiri. Gresik punya SDM yang siap menjadi Insinyur Profesional dan ASEAN Engineer,” tandasnya.
Sebagai informasi, bursa calon Ketua PII Jawa Timur periode 2026-2029 diikuti tiga nama, yakni petahana Gentur Prihantono Sandjoyo Putro, Bambang Sujanarko, dan Muhammad Sigit Darmawan. Muswil kali ini diprediksi menjadi salah satu forum paling strategis dalam menentukan arah organisasi insinyur di tengah percepatan industrialisasi nasional. [dny/aje]






