Banyuwangi (beritajatim.com) – Menjelang H-7 perayaan Hari Raya Idulfitri, Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menyoroti terkait kemacetan angkutan Lebaran di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk dan sebaliknya.
Kepala Bidang Usaha dan Pentarifan DPP Gapasdap, Rakhmatika Ardianto, mengatakan kekhawatiran terkait persoalan macet diakui bukan karena kekurangan angkutan kapal, melainkan karena keterbatasan dermaga.
Saat ini ada 55 kapal yang memiliki izin operasi, namun dengan hanya 7 pasang dermaga yang tersedia, terdiri dari 4 dermaga MB dan 3 dermaga LCM, dalam kondisi normal hanya sekitar 28 kapal yang bisa beroperasi.
Artinya, baru sekitar 50 persen armada yang dapat dimanfaatkan, sementara sisanya harus off dan menunggu giliran sandar.
“Jika banyak yang berkomentar jumlah kapal ditambah ini tetap tidak bisa, justru kapal ini berlebih. Namun seharusnya penambahan dermaga minimal tiga dengan total ada 10 pasang dermaga yang aktif sebagai solusi,” ujarnya.
Pihaknya mengungkapkan, ketika terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan seperti musim mudik terjadi, akibat keterbatasan dermaga tambahan kapal yang bisa dioperasikan pun tentu sangat terbatas yakni maksimal hanya 4 unit sehingga total kapal yang beroperasi hanya 32 unit.
Tentunya, jumlah ini jelas belum sebanding dengan kebutuhan kapasitas angkut yang besar pada periode puncak.
“Akibatnya, kapal-kapal yang sebenarnya tersedia tidak bisa dimaksimalkan karena tidak ada dermaga untuk melayani operasionalnya. Inilah yang kemudian memicu antrean panjang dan pada akhirnya merugikan masyarakat,” jelasnya.
Ardianto mengaku jika sebelumnya permintaan penambahan dermaga telah disampaikan oleh Gapasdap kepada pihak eksekutif dan legislatif. Namun sayangnya hingga saat ini pihak terkait belum menanggapi secara pasti terkait usulan tersebut.
“Dalam setiap kesempatan selalu kami menyampaikan terkait masalah ini, namun memang belum ada tanggapan. Kalau dipaksakan, jadwal menjadi kacau dan pelayanan terganggu. Di Ketapang kalau padat jumlah kapal yang beroperasi sampai 35 kapal. Kondisi ini sebenarnya sudah tidak ideal,” jelasnya. [kun]






