Madiun (beritajatim.com) – Puluhan pengemudi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) menjalani pemeriksaan kesehatan di Terminal Tipe A Purboyo, Kota Madiun, Kamis (12/3/2026). Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menjelang arus mudik Lebaran 2026 agar para sopir dipastikan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan PPKB Kota Madiun bersama Polres Madiun Kota, Dinas Perhubungan, Bakesbangpol, Satpol PP dan Damkar, serta pengelola Terminal Purboyo.
Sekitar 50 awak bus menjadi sasaran dalam pemeriksaan kesehatan tersebut. Selain tes urine untuk mendeteksi narkotika dan psikotropika, petugas juga melakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan lain seperti tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, hingga pengecekan kondisi fisik dasar.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan PPKB Kota Madiun Priyo Raharjo mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan para pengemudi benar-benar dalam kondisi layak mengemudi saat melayani penumpang mudik.
“Targetnya sekitar 50 driver atau awak bus AKAP. Pemeriksaan meliputi tensi, gula darah, asam urat, kemudian tes urine untuk mendeteksi napza serta pengecekan kadar alkohol,” ujarnya.
Menurut Priyo, pengemudi yang dinyatakan sehat akan diberikan surat keterangan layak mengemudi. Sebaliknya, jika ditemukan gangguan kesehatan maka pengemudi disarankan untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum kembali bertugas.
“Tujuannya tentu untuk memastikan pengemudi aman saat berkendara sehingga keselamatan penumpang juga terjamin sampai tujuan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dalam pemeriksaan yang rutin dilakukan menjelang masa libur panjang tersebut, petugas kerap menemukan sejumlah masalah kesehatan pada pengemudi bus.
“Yang sering kami temukan di lapangan biasanya hipertensi dan diabetes pada para driver,” katanya.
Salah satu sopir bus AKAP, Muhammad Yusuf, mengaku telah menjalani sejumlah pemeriksaan termasuk tes urine untuk memastikan tidak ada kandungan zat terlarang.
“Tadi dicek kesehatan, terutama urine untuk mengetahui ada psikotropika atau tidak. Alhamdulillah hasilnya negatif dan kondisi saya juga baik,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan sopir lainnya, Sugeng Riadi. Ia mengatakan pemeriksaan yang dijalaninya meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah hingga pengukuran tinggi dan berat badan.
“Hasilnya bagus semua. Saya mendukung kegiatan seperti ini karena penting untuk kesehatan sopir dan keselamatan penumpang,” katanya.
Para sopir juga menyebut jumlah penumpang saat ini masih belum terlalu ramai. Mereka memperkirakan lonjakan penumpang baru akan terjadi beberapa hari menjelang puncak arus mudik Lebaran. [rbr/beq]






