Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat keamanan wilayah saat mudik Lebaran 2026 dengan penjagaan berlapis yang melibatkan TNI-Polri, Forkopimda, hingga lapisan terkecil di tingkat RT-RW.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa skema penjagaan ketat ini sengaja dilakukan seiring dengan meningkatnya warga yang mudik meninggalkan Kota Pahlawan.
Penjagaan akan diterapkan di setiap area perbatasan kota, kecamatan dan kelurahan, serta akses masuk perkampungan RW.
“Jadi setiap titik pasti ada penjagaan, baik itu di setiap kecamatan, di setiap kelurahan. Tapi kami juga meminta di setiap RW itu juga ada titik-titiknya yang dijaga oleh masing-masing RW,” ujar Eri setelah memimpin apel gelar pasukan pengamanan Lebaran Idul Fitri dan Nyepi di Balai Kota Surabaya, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, kunci penjagaan ini nantinya ada pada setiap RW di masing-masing wilayah. Di mana, penjagaan ini harus menerapkan skema penutupan portal di perkampungan dan hanya menyisakan satu akses jalan.
“Sehingga dalam posisi begini mungkin ketika akan ada warga yang keluar ya (bisa langsung) ditutup, menyisakan satu pintu saja sebagai akses jalan begitu. (Aturan ini) untuk sementara,” urainya.
Eri juga menginformasikan kepada warga masyarakat Kota Surabaya yang akan mudik agar melapor ke setiap RT-RW masing-masing. Hal ini penting agar ada penjagaan yang lebih intens terhadap rumah yang benar-benar ditinggalkan kosong saat mudik oleh pemiliknya.
“Semoga ini bisa memberikan kenyamanan. Sehingga warga Surabaya ketika meninggalkan Surabaya dengan perasaan tenang. Biar tidak ada pencurian dan lain-lain,” pungkasnya. (rma/kun)






