Jember (beritajatim.com) – Menjelang berakhirnya Ramadan dan datangnya lebaran, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Bolo Haji Satib (BHS), tim sukses legislator DPRD Jawa Timur Satib, juga membagikan beras untuk warga miskin.
Legislator dari Kabupaten Jember ini rutin menggelar pembagian beras setiap tahun pada pekan terakhir Ramadan. “Menjelang hari raya, saya selalu mengadakan pembagian beras kepada warga yang menurut kami layak menerima,” katanya, Minggu (15/3/2026).
Distribusi dilakukan di beberapa titik, termasuk SPPG di Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari yang tak hanya nmembagikan Makan Bergizi Gratis untuk sekolah. “Masyarakat sekitarnya juga kita kasih beras agar mereka bisa menerima manfaat ketika di situ ada kegiatan ekonomi,” kata Satib.
Tujuan Satib tidak muluk-muluk. “SPPG ini bukan hanya untuk memberikan makan masyarakat yang tersasar, seperti anak-anak sekolah. Bukan hanya itu, tapi masyarakat sekitar juga menerima manfaat,” katanya.
“Saya cuma ingin membantu masyarakat yang layak menerima, karena ini kan momennya momen mau hari raya. Jadi mereka bisa ikut menikmati kegembiraan,” kata Satib. Total dia menggelontorkan lima ribu paket, yang masing-masing berisi tiga kilogram beras.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Jember Sartini mengatakan, harga bahan pokok penting (bapokting) mulai naik.
Sejumlah komoditas bapokting yang mengalami kenaikan harga antara lain beras medium, gula pasir, minyak curah, minyak kemasan premium, daging sapi murni, daging ayam ras broiler, telur ayam, dan cabe merah besar.
Harga bawang putih, kentang, tomat, wortel juga naik. Harga Minyak Kita bahkan naik di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah pada 13 Maret 2026, dari Rp 15.700 menjadi Rp16.292. Harga kacang kedelai impor juga naik melebihi HET dari Rp 12 ribu menjadi Rp 12.574 per kilogram.
Namun ada juga komoditas yang sempat tak mengalami kenaikan harga seperti tepung terigu. garam, gas LPG. Bahkan harga cabe merah rawit sempat turun. [wir]






