Surabaya (beritajatim.com) – Kekalahan tak terduga dari Dewa United masih menghantui langkah Persebaya Surabaya ketika mereka menyerah di hadapan Persib Bandung. Paul Munster, sang pelatih Persebaya, tak menyangkal bahwa serangkaian kekalahan itu bisa meruntuhkan mental para pemainnya. Namun, ia bersikeras untuk mengangkat semangat dan performa timnya kembali.
Munster, pelatih asal Irlandia Utara, mengamini bahwa rentetan kekalahan bisa memberikan tekanan besar pada timnya yang mayoritas diisi oleh pemain muda. Namun, ia yakin bahwa karakter mereka dapat menghadapi tekanan tersebut.
“Dalam situasi seperti ini, mental yang kuat adalah kunci untuk terus bertahan dan kembali bangkit. Saya yakin mereka memiliki potensi untuk mengubah nasib, terutama di dua pertandingan terakhir, termasuk melawan Bali United besok,” ungkap Munster dengan optimisme pada konferensi pers hari ini.
Tidak seperti latihan biasanya, tim Bajol Ijo hari ini memilih untuk fokus pada pemulihan daripada sesi latihan intensif. Hal ini disebabkan oleh jadwal yang padat, dengan tim baru saja kembali dari Bandung.
“Kami memilih untuk fokus pada pemulihan, mengingat jadwal yang begitu ketat. Tentu saja, hal ini bukan keputusan yang mudah, tetapi kami harus memastikan para pemain kami dalam kondisi optimal untuk pertandingan besok,” tambahnya.
Kondisi fisik para pemain memang menjadi perhatian utama, dengan kurangnya waktu pemulihan setelah pertandingan sebelumnya. Latihan yang terlalu keras bisa memperparah kelelahan mereka.
“Dalam situasi seperti ini, kami harus bijaksana dalam menyusun program latihan. Kami memperhatikan intensitasnya dan memastikan para pemain dalam kondisi yang tepat untuk menghadapi pertandingan besok,” jelas Munster.
Persebaya Surabaya akan menantang Bali United dalam pertandingan pekan ke-33 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya besok, Rabu (24/4/2024). Pertandingan tersebut akan disiarkan secara langsung di Indonesia dan Vidio.
Kadek Raditya, salah satu pemain Persebaya asal Bali, menegaskan bahwa fokus tim saat ini adalah pada pertandingan mendatang dan pemulihan fisik. Ia juga menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dalam menghadapi jadwal yang padat.
“Kami harus tetap profesional dalam situasi seperti ini. Mental yang kuat dan karakter yang tangguh sangat diperlukan. Kami siap untuk bangkit dan menampilkan yang terbaik di lapangan besok,” tutup Raditya dengan keyakinan. (way/kun)






