Surabaya (beritajatim.com) – Jelang Natal dan Tahun Baru 2022, Polrestabes Surabaya terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban di kota Surabaya. Salah satunya dengan melakukan pengawasan terhadap distribusi senapan angin dan airsoft gun.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Kompol M Fakih mengatakan, pengawasan distribusi senapan angin hingga barang yang mengandung bahan peledak perlu dilakukan lebih intensif menjelang Nataru 2022. “Ini untuk antisipasi agar keamanan jelang Natal dan Tahun Baru tetap terjaga, kami ingin para saudara kita yang merayakan Natal bisa beribadah dengan tenang,” ujar Fakih, Selasa (6/11/2022).
Fakih menambahkan jika Surabaya saat ini tengah dalam kondisi mulai membaik pasca diterpa gangster yang membuat masyarakat resah. “Jadi kita mari kita sama-sama jaga kondisi Surabaya ini. Utamanya menjelang natal dan tahun baru. Saya himbau kepada masyarakat jika memang ada yang mencurigakan bisa lapor ke Polrestabes Surabaya,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”natal”]
Sementara itu, Dimas (28) salah satu distributor senapan angin di Pasar Turi, Surabaya, mengatakan bahwa sesuai aturan, senapan angin yang didistribusikan hanya kaliber 4,5 milimeter dan senapan angin dengan ketentuan dilarang diubah larasnya.
“Kami mendistribusikan senapan angin sesuai aturan yang berlaku. Penjual harus mengantongi izin dari kepolisian, agar tidak disalahgunakan,” katanya.
Dimas mengaku, sudah sering mensosialisasikan kepada pembelinya fungsi utama dari senapan angin. Apalagi, menjelang nataru ia semakin gencar melakukan edukasi kepada masyarakat tentang fungsi senapan angin sebagai alat untuk olahraga.
“Kami juga sudah meminta distributor lain untuk bersama menjaga keamanan Surabaya. Salah satunya dengan tidak mengganti laras senapan angin apalagi menjual sparepart untuk mengubahnya menjadi senjata rakitan. Hukuman maksimalnya bisa sampai hukuman mati,” pungkas Dimas. [ang/suf]






