Surabaya (beritajatim.com) – Di Jalan Megawati, Peneleh, Surabaya, semangat perjuangan Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, masih terasa membara.
Pada peringatan 54 tahun wafatnya Bung Karno, PDIP Surabaya menggelar acara untuk mengenang jasa dan semangat perjuangan sang proklamator.
“Ajaran Bung Karno selalu menjadi inspirasi bagi semua kalangan. Gelora semangat kebangsaan sebagai energi yang tiada henti memberikan semangat pada kita semua,” kata Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Achmad Hidayat di lokasi, Jumat (21/6/2024).
Acara ini juga menjadi momentum untuk melacak jejak-jejak Soekarno di Surabaya. Berdasarkan penelitian peta lama Surabaya, ditemukan bahwa Jalan Guntur dan Jalan Megawati, dua jalan yang kini menjadi ikon kota, belum ada sebelum tahun 1950.
“Di antara peta-peta lama Kota Surabaya, salah satunya dari koleksi yang dikumpulkan dari periode 1952-1953, terdapat peta yang sudah menuliskan nama Jalan Guntur dan jalan Megawati,” jelas Achmad Hidayat.
Penemuan ini menjadi bukti nyata bagaimana semangat Soekarno telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan perkembangan Kota Surabaya.
Achmad Hidayat juga mengajak warga Surabaya untuk terus menjaga semangat gotong royong, rela berkorban, dan cinta tanah air yang telah diajarkan oleh Bung Karno.
“Sebagai Kota Kelahiran Bung Karno maka kita semua memiliki kewajiban menjaga semangat Gotong Royong, Rela Berkorban dan Cinta Tanah Air,” tegasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk Bung Karno dan pembagian bingkisan kepada keluarga kurang mampu di lingkungan sekitar.
“Semangat Bung Karno, seperti api yang tak pernah padam, terus menyala dan memberikan inspirasi bagi generasi penerus bangsa,” pungkas mantan aktivis GMNI ini. [asg/ian]






