Surabaya (beritajatim.com) – Provinsi Jawa Timur siap unjuk gigi di ajang bergengsi Bintang Radio Nasional 2024, dengan mengirimkan 10 perwakilan terbaik hasil seleksi ketat dari lima satuan kerja (satker): Surabaya, Malang, Madiun, Sumenep, dan Jember, serta tiga studio produksi di Tuban, Kediri, dan Sampang.
Sebagai tuan rumah, Kepala Stasiun RRI Surabaya, Yanto Prawironegoro, menaruh harapan besar pada para perwakilan Jawa Timur. “Bukan soal tekanan, tapi sebagai tuan rumah, kita ingin wakil kita mampu menembus 10 besar, bahkan meraih gelar juara. Yang terpenting, mereka tampil maksimal dan memberikan yang terbaik,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (7/11/2024).
Surabaya yang resmi ditunjuk menjadi tuan rumah, menyambut ajang pencarian bakat tahunan ini dengan penuh antusias. Acara ini diharapkan dapat menunjukkan keunggulan kota pahlawan sebagai pusat seni dan budaya, sejalan dengan semangat perjuangan 10 November yang menjadi latar belakangnya.
Perwakilan Direksi RRI, Drs. Muhammad Sujai, menekankan makna sejarah Surabaya yang dapat menginspirasi para peserta. “Kota ini memiliki sejarah mendalam bagi kita semua, dan semangat itu ingin kami sampaikan dalam ajang ini,” katanya.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang pencarian bakat semata, tetapi juga sarana bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas dan kemampuan mereka di panggung nasional. Masyarakat Surabaya pun diundang untuk meramaikan dan memberikan dukungan penuh kepada para peserta.
Sujai optimistis bahwa acara ini akan memberikan dampak positif, baik dari segi promosi budaya maupun pariwisata. Dengan kehadiran perwakilan dari 68 satker seluruh Indonesia, Bintang Radio Nasional 2024 diyakini mampu memperkuat jaringan talenta muda berbakat. Babak penyisihan akan diadakan mulai 8 November di Balai Pemuda, sedangkan puncak acara Grand Final digelar pada 12 November di Balai Kota, diiringi penampilan spesial dari Padi Reborn.
“Kami berharap perwakilan dari seluruh provinsi bisa menampilkan yang terbaik di depan juri-juri profesional. Ajang ini menjadi momentum penting bagi penyanyi muda untuk mengukir karier di industri musik tanah air,” tambah Sujai.
Direktur LPU LPP RRI, Yonas Markus Tuhuleruw, S.E., juga menyoroti prestasi ajang ini, mengungkapkan bahwa pada 2023, 10 finalis mendapatkan kesempatan untuk merekam lagu bersama para profesional musik. Dengan dukungan Mvda Entertainment, pihaknya berhasil memproduksi 10 lagu, dengan empat lagu terakhir dirilis pada Oktober 2024.
Bintang Radio telah melahirkan banyak bintang ternama seperti Titiek Puspa, Broery Marantika, Hetty Koes Endang, hingga penyanyi generasi baru seperti Andmesh Kamaleng dan Sammy Simorangkir. Ajang ini terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat mereka dan memperkaya industri musik Indonesia. “Semoga ajang ini menginspirasi generasi muda Surabaya dan Indonesia untuk terus berkarya di dunia musik,” pungkas Yonas. [kun]






