Surabaya (beritajatim.com) – Provinsi Jawa Timur (Jatim) meraih dua penghargaan dalam Anugerah Data dan Teknologi Pendidikan 2025 yang diselenggarakan Kemendikdasmen.
Penghargaan tersebut diberikan atas implementasi transformasi digital pendidikan yang dinilai konsisten dan berdampak pada satuan pendidikan.
Dua penghargaan yang diterima Jatim meliputi Anugerah Provinsi Terbaik Kategori Kepala Dinas Pendidikan dan Anugerah Guru Pejuang Digital Provinsi Jawa Timur.
Penilaian dilakukan terhadap upaya pengimbasan dan optimalisasi pemanfaatan platform Rumah Pendidikan dalam proses pembelajaran.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kolaborasi lintas unsur pendidikan dalam mendorong pemanfaatan teknologi secara terarah. Menurutnya, digitalisasi pembelajaran harus tetap berorientasi pada peningkatan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan.
“Transformasi digital pendidikan di Jawa Timur dijalankan secara kolaboratif dan diarahkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan sekadar penggunaan teknologi,” kata Khofifah, Sabtu (20/12/2025).
Khofifah menjelaskan, Rumah Pendidikan menjadi salah satu instrumen utama yang dioptimalkan di Jatim. Platform digital yang dikembangkan Kemendikdasmen itu dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran melalui berbagai ruang layanan, termasuk Ruang Murid yang menyediakan konten interaktif bagi guru dan peserta didik.
Ia juga menyinggung peran Guru Pejuang Digital yang dinilai strategis dalam memperluas praktik baik pemanfaatan teknologi di sekolah. Peran tersebut dijalankan melalui jejaring Duta Teknologi dan komunitas belajar yang aktif berbagi pengalaman pembelajaran berbasis digital.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Aries Agung Paewai, menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil dari sosialisasi dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan daring maupun luring di berbagai daerah.
“Pemanfaatan Rumah Pendidikan terus kami dorong melalui pengimbasan dan pelatihan guru. Tujuannya agar transformasi digital benar-benar diterapkan di ruang kelas,” ujar Aries.
Ia menambahkan, pada November 2025 Dindik Jatim melalui UPT TIKP menggelar lima seri webinar yang membahas pemanfaatan Ruang Murid. Selain itu, forum diskusi dan FGD juga dilaksanakan dengan melibatkan sekitar 100 guru dari berbagai jenjang pendidikan.
Aries menegaskan, Pemprov Jatim akan melanjutkan sinergi dengan Guru Pejuang Digital, termasuk dalam optimalisasi Papan Interaktif Digital. Pemanfaatan konten Rumah Pendidikan dinilai penting untuk memperkaya bahan ajar dan mendukung pembelajaran yang lebih interaktif.
Sebagai catatan, selain Jatim, sejumlah provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, dan Sumatera Utara juga menerima penghargaan pada kategori serupa. Sementara Provinsi Sulawesi Selatan memperoleh penghargaan pada kategori Dampak Kolaborasi Pembelajaran. [ipl/ted]







1 Komentar
karang Rejo