Surabaya (beritajatim.com) – Jawa Timur masih berada di jalur yang tepat dalam perolehan medali Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025. Hal itu disampaikan oleh Kabid Binpres KONI Jawa Timur, Dudi Harjantoro, Selasa (21/10/2025).
Menurutnya, performa kontingen Jawa Timur masih sesuai target meskipun sementara ini berada di posisi keempat klasemen perolehan medali. Hingga Senin malam (20/10/2025), Jawa Timur telah mengoleksi 11 emas, 5 perak, dan 6 perunggu.
Adapun raihan medali tersebut disumbang oleh cabang olahraga (cabor) gulat dengan 6 emas, 3 perak, dan 1 perunggu; tarung derajat memperoleh 3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu; taekwondo menyumbang 1 emas; sambo 1 emas; serta judo yang menyumbang 1 perak dan 3 perunggu.
Meski demikian, Dudi optimistis jumlah medali emas akan bertambah karena masih ada beberapa cabor unggulan yang belum bertanding. “Ada beberapa cabor yang kita harapkan, nanti akan bertanding mulai tanggal 23-26, ada tiga cabor karate, wushu, jujitsu. Dari tiga cabor itu harapannya bisa meraih 14 emas, paling tidak bisa masuk peringkat tiga besar,” ucapnya.
Dudi mengapresiasi seluruh cabor yang telah bertanding karena sebagian besar mampu menunjukkan performa terbaik. Ia menilai gulat dan tarung derajat tampil gemilang karena mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Gulat dari 18 kelas hanya mengirim 11 atlet tapi bisa mendapat 6 emas, 3 perak, 1 perunggu. Ini hasil luar biasa karena bisa menjadi juara umum,” ujar mantan pegulat nasional itu.
Ia menambahkan, hasil yang diraih sejauh ini sudah sejalan dengan proses seleksi ketat yang dilakukan KONI Jatim bersama masing-masing cabor. Hanya atlet peraih emas dan perak di PON atau single event nasional yang dikirim ke ajang ini.
Meski begitu, evaluasi tetap akan dilakukan menyeluruh karena hasil PON Bela Diri 2025 menjadi bahan penting dalam persiapan menuju Pra-PON dan PON 2028.
“Ini menggambarkan bahwa apa yang kita kirim apa betul-betul selektif sehingga prestasi yang kita dapat lumayanlah. Seperti contohnya Jabar itu mengirim 154 atlet, DKI itu sekitar 133, Jatim cuma 79. Hal ini merupakan gambaran untuk peningkatan ke depan agar kita bisa lebih siap karena memang Puslatda nanti kita harus menggenjot seluruh cabor,” tutupnya. [way/ian]






