Malang (beritajatim.com) – Aksi seorang ibu mengantarkan anak lelakinya dengan mengayuh sepeda angin, viral di media sosial Tik Tok. Usut punya usut, ibu-ibu berkerudung itu rela mengayuh sepeda untuk mengantarkan anaknya mengikuti kejuaraan Karate. Tak diduga, bocah kecil yang sudah ditinggal ayahnya meninggal dunia itu, justru keluar sebagai pemenang lomba Karate.
Netizen pun dibuat terharu. Pasalnya, sambil memegang piala, sang ibu diketahui bekerja sebagai seorang pemulung. Demi mengantarkan anaknya ikut lomba, sang ibu rela bersepeda sejauh sekitar 30 Km dari rumahnya di Desa Jenggolo, Kepanjen, Kabupaten Malang menuju venue lomba di Singosari.
Keduanya diketahui bernama Aditya Saiful Anam dan ibunya, Sulastri, warga Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Camat Kepanjen, Eko Margianto, membenarkan video tersebut. Ia mengatakan jika keduanya tinggal di Jalan Sentono RT04 RW01, Desa Jenggolo, Kepanjen. “Setelah video itu viral kita langsung menindaklanjuti dengan memberikan bantuan ke rumahnya,” kata Eko, Selasa (14/9/2021).
Eko menjelaskan bahwa Ipul sapaan akrab bocah yatim itu, adalah anak berprestasi, di mana ibunya saat ini bekerja sebagai pemulung. “Keduanya memang hidup dalam keterbatasan, tapi tidak mau meminta-minta,” pungkasnya.
Ipul adalah pelajar SDN 2 Jenggolo, Kepanjen, Kabupaten Malang. Saat ini Ipul duduk dibangku kelas VI. Ipul sudah menggeluti olahraga silat sejak kecil.
Saat mengikuti lomba, Ipul dan ibunya harus mengayuh sepeda menuju lokasi pertandingan sejauh 30 kilometer pada Minggu (5/9/2021) lalu. “Iya saya memang berangkat subuh habis salat sama ibu dari Kepanjen ke Kota,” kata Ipul saat ditemui di kediamannya, Selasa (14/9/2021).
Meskipun jauh, Ipul mengaku senang mengayuh sepeda pancal. “Ya saya ke sana ke sini latihan ya pakai sepeda pancal. Khusus untuk lomba kemarin saya sama ibu saya ajak ibu karena jika ada ibu saya lebih semangat,” tuturnya. (yog/kun)






