Surabaya (beritajatim.com) – Ribuan pelajar Jawa Timur (Jatim) mendominasi kursi Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026. Capaian ini bertahan selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019 lalu.
Data resmi snpmb.id mencatat 29.406 siswa asal Jatim lolos dari total 108.122 pendaftar. Angka ini melampaui Jawa Barat dengan 18.365 siswa dan Jawa Tengah sebanyak 16.326 siswa.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi daya saing anak didiknya yang tetap unggul secara nasional. Ia menilai hasil tersebut merupakan buah dari ketekunan belajar para siswa.
“Alhamdulillah, Jatim menjadi yang terbanyak lolos SNBP selama tujuh tahun berturut-turut. Ini kabar membanggakan dan harus kita syukuri,” ujar Khofifah, Rabu (1/4/2026).
Khofifah menjelaskan tingkat penerimaan siswa asal daerahnya mencapai 27,20 persen dari total pendaftar. Hal ini membuktikan bahwa strategi pemetaan peluang yang dilakukan sekolah berjalan efektif.
“Daya saing siswa kita sangat kuat di tingkat nasional. Capaian ini menunjukkan upaya peningkatan kualitas pendidikan kita berada pada jalur tepat,” tambahnya.
Selain itu, Jatim juga memimpin jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP-K melalui jalur prestasi. Sebanyak 8.915 pelajar pemegang KIP-K asal Jatim berhasil menembus kampus impian.
Khofifah menyebut akses pendidikan tinggi kini semakin terbuka bagi keluarga prasejahtera. Program ini menjadi instrumen untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur akademik bagi siswa berprestasi.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak di Jatim yang putus sekolah karena ekonomi. KIP-K mengecilkan jarak akses pendidikan tinggi,” tegas Khofifah.
Menurutnya, beasiswa tersebut memberikan kesempatan bagi murid kurang mampu yang memiliki talenta luar biasa. Mereka kini bisa fokus belajar tanpa harus terbebani oleh tanggungan biaya kuliah.
“Melalui KIP-K, siswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi dengan nyaman. Mereka bisa mengejar cita-cita untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menilai konsistensi prestasi murid menjadi faktor utama keberhasilan tersebut. Siswa Jatim terus menunjukkan talenta pada berbagai bidang keahlian yang beragam.
“Beragam prestasi mulai dari sains hingga olahraga mengantarkan siswa kita lolos melalui jalur prestasi maupun golden ticket,” ungkap Aries.
Ia menambahkan bahwa semangat berkompetisi di kalangan pelajar terus meningkat setiap tahun. Pihaknya konsisten memberikan ruang bagi siswa untuk mengikuti berbagai ajang talenta tingkat nasional.
“Kami terus memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi murid untuk mengikuti seluruh ajang talenta. Hal ini agar peluang masuk PTN terbuka lebih lebar,” pungkasnya. [ipl/suf]






