Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) diminati 33.498 orang pada seleksi jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026. Angka ini mengalami kenaikan signifikan sekitar 3.000 pendaftar dibandingkan tahun sebelumnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., mengungkapkan bahwa dari total puluhan ribu pendaftar tersebut, UB hanya menerima sekitar 3.900 mahasiswa baru melalui jalur prestasi ini.
“Alhamdulillah, pendaftar berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, tepatnya 40 provinsi. Sedangkan yang dinyatakan diterima berasal dari 36 provinsi. Ini menunjukkan distribusi mahasiswa kami sangat tersebar secara nasional,” ujar Prof. Imam, Rabu (1/4/2026).
Berdasarkan data hasil seleksi, persaingan masuk ke UB tergolong sangat ketat, terutama pada program studi (prodi) populer. Di rumpun Sains dan Teknologi (Saintek), Fakultas Kedokteran tetap menduduki posisi puncak dengan 1.405 peminat, namun hanya 64 orang yang diterima.
Posisi kedua ditempati oleh Farmasi dengan 1.181 peminat (diterima 36), disusul Pendidikan Kedokteran Gigi dengan 911 peminat (diterima 33), Ilmu Keperawatan 874 peminat (diterima 44), dan Teknik Industri 775 peminat (diterima 44).
Sementara di rumpun Sosial dan Humaniora (Soshum), Ilmu Hukum menjadi yang paling diminati dengan 1.378 pendaftar (diterima 133).
Psikologi menyusul di urutan kedua dengan 1.135 peminat, namun tingkat keketatannya sangat tinggi karena hanya menerima 58 mahasiswa. “Psikologi ini sangat kompetitif, rasionya sekitar 1 banding 20-an. Selain itu ada Manajemen, Akuntansi, dan Administrasi Bisnis yang peminatnya masing-masing di atas 1.000 orang,” tambah Prof. Imam.
Selain jalur SNBP, UB juga bersiap membuka pendaftaran jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT/UTBK) yang pelaksanaannya dijadwalkan pada 21 hingga 30 April 2026. Prof. Imam menegaskan bahwa kuota SNBT ditetapkan sekitar 30 persen dari total daya tampung UB yang mencapai 18.000-an mahasiswa.
Menariknya, UB tetap konsisten menjadi pionir dalam memfasilitasi penyandang disabilitas (difabel). Pihak kampus menyediakan jalur khusus serta layanan seleksi yang disesuaikan dengan kebutuhan fisik calon mahasiswa.
“Setiap tahun jumlah prodi yang bersedia menerima mahasiswa difabel terus meningkat. Kami tidak membatasi, namun tetap mempertimbangkan kelayakan di prodi tertentu. Kami bantu fasilitasi dari proses seleksi hingga nanti saat perkuliahan melalui unit layanan disabilitas di tingkat fakultas,” jelasnya.
Bagi calon mahasiswa yang dinyatakan lolos SNBP, Prof. Imam mengimbau agar segera melakukan verifikasi dan pendaftaran ulang melalui laman resmi Selma UB. Proses ini sangat penting untuk memastikan status mereka sebagai mahasiswa baru Universitas Brawijaya tahun akademik 2026/2027.
Terkait adanya isu penambahan kuota, Prof. Imam menegaskan bahwa tahun ini UB tidak menambah jumlah kursi untuk program Sarjana (S1) sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan guna menjaga kualitas pendidikan di PTN-BH. Fokus pengembangan ke depan akan lebih diarahkan pada peningkatan kualitas dan kuota mahasiswa Pascasarjana (S2).
“Tahun ini tidak ada penambahan kuota untuk prodi lama, kecuali jika ada prodi baru seperti Bioinformatika dan Industri Peternakan Cerdas yang tahun ini peminatnya juga sudah mulai bagus,” tuturnya menutup penjelasan. (dan/kun)






