Tulungagung (beritajatim.com) – Jasa permak pakaian di Kabupaten Tulungagung mulai banyak diminati warga menjelang Lebaran. Para penjahit yang banyak mangkal di Jl Adi Sucipto ini mengaku mulai kebanjiran order. Peningkatan ini mulai dirasakan sejak dua minggu sebelum Lebaran.
Banyak warga yang datang untuk mempermak pakaian baru guna keperluan Lebaran. Ongkos permak yang relatif sangat terjangkau membuat mereka banyak mendatangi tukang jahit trotoar.
Salah seorang pelanggan Silvi Ayu mengaku setiap tahun selalu membawa pakaian baru untuk dipermak di tukang jahit trotoar ini. Silvi mengecilkan pakaian yang baru dibeli untuk lebaran. Ongkos jasa permak ini mulai Rp10 ribu tergantung dengan tingkat kerumitan.
Meski biayanya murah namun kualitas jahit mereka cukup bagus. “Setiap tahun pasti ke jasa permak untuk mengecilkan pakaian yang baru dibeli untuk lebaran nanti,” ujarnya, Minggu (15/3/2026)
Salah satu penjahit, Anas mengaku peningkatan ini mulai terjadi sejak dua minggu menjelang Lebaran.Jika sebelumnya mereka rata-rata mendapat orderan 10 potong perhari, kini meningkat hingga 25-30 potong perhari.
Bahkan para penjahit ini mengaku mulai menolak orderan karena khawatir tidak mampu mengerjakannya. “Kalau hanya memotong atau mengecilkan masih bisa ditunggu tapi kalau yang rumit seperti membongkar semua jahitan mulai menolak,” tuturnya.
Terdapat sekitar belasan penjahit permak yang membuka jasa di lokasi ini. Mereka memiliki pelanggan yang berbeda. Mayoritas pelanggan membutuhkan jasa vermak untuk memotong, membesarkan atau mengecilkannya.
Meskipun ramai namun para penjahit tak ingin memanfaatkan dengan menaikkan harga jasa. Para penjahit ini membanderol harga jasa mulai Rp10 ribu hingga Rp35 ribu tergantung tingkat kerumitan.
Untuk melayani konsumen, mereka juga membawa pulang dan menjahit di rumah. “Kalau tidak juga selesai kami bawa pulang dikerjakan dirumah besoknya bisa diambil,” pungkasnya. [nm/but]






