Kediri (beritajatim.com) – Polres Kediri mulai mengintensifkan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas dengan memanfaatkan teknologi sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile handheld. Berdasarkan data terbaru dari Satlantas Polres Kediri, tercatat sedikitnya 20 pelanggaran terekam kamera petugas saat melakukan penyisiran di titik-titik rawan.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengungkapkan bahwa jenis pelanggaran yang terjaring masih didominasi oleh pengendara yang tidak menggunakan helm serta pelanggaran terhadap rambu berhenti. Para pelanggar tersebut terjaring razia di dua lokasi berbeda, yakni di wilayah Pare dan Jongbiru.
Penggunaan perangkat handheld ini memungkinkan petugas mendeteksi dan mendokumentasikan pelanggaran secara langsung di lapangan dengan akurat. Maraknya pelanggaran kasat mata ini menjadi catatan bagi pihak kepolisian mengenai pentingnya mengedukasi masyarakat terkait kesadaran berlalu lintas.
“Pelanggaran seperti tidak menggunakan helm masih ditemukan dan terekam melalui ETLE handheld. Ini menjadi perhatian karena keselamatan berkendara sangat bergantung pada kepatuhan terhadap aturan dasar di jalan,” ujar AKBP Bramastyo.
Menurut Kapolres, implementasi ETLE mobile bukan sekadar alat untuk menjatuhkan sanksi atau penindakan semata. Lebih dari itu, sistem ini merupakan bagian dari transformasi Polri dalam membangun budaya tertib berlalu lintas yang lebih konsisten dan transparan. Karena berbasis bukti visual yang tervalidasi, proses penegakan hukum diharapkan dapat berjalan lebih objektif bagi seluruh pengguna jalan.
Terkait prosedur penilangan, AKBP Bramastyo mengingatkan masyarakat bahwa setiap data pelanggaran yang terekam akan masuk ke tahap verifikasi di pusat data. Setelah terbukti valid, petugas akan menerbitkan surat konfirmasi yang dikirimkan langsung ke alamat pemilik kendaraan sesuai data registrasi.
Melalui penerapan teknologi ini, Polres Kediri berharap angka pelanggaran di jalan raya dapat ditekan secara signifikan guna meminimalisir potensi kecelakaan. Kepolisian menekankan bahwa faktor utama terciptanya lalu lintas yang aman dan nyaman di wilayah Kediri tetap bersumber dari kesadaran dan kedisiplinan masing-masing individu pengendara. Teknologi ETLE handheld ini sepertinya membuat ruang bagi pelanggar “kucing-kucingan” dengan petugas jadi makin sempit. [nm/aje]






