Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang lanjut usia (lansia) di Moiokerto, Harianto (69) meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melepas cincin dari jari manisnya. Ini lantaran jari manis warga Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini bengkak.
Pelepasan cincin tersebut berjalan dramatis. Petugas membutuhkan waktu setidaknya 45 menit untuk melepas cincin nikah dari jari manis lansia tersebut. Ini lantaran petugas kesulitan melepas cincin dari jari manis lansia tersebut lantaran jari Harianto mengalami pembengkakan.
Anak korban, Titik mengatakan, awalnya ayahnya jatuh dirumahnya dan jari manisnya patah sehingga harus menjalani operasi di rumah sakit. “Bengkak sudah satu mingguan. Dibawa ke rumah sakit dan dikasih obat juga, katanya tidak sakit tapi kok tambah bengkak,” ungkapnya, Selasa (29/8/2023).
Sementara itu, Sekretaris Damkar Kota Mojokerto, Heroe Sasangka menjelaskan, jika petugas mengalami kesulitan lantaran ada tulang jari korban yang patah. “Kesulitan karena jarinya bengkak, juga ada tulangnya yang patah informasi dari rumah sakit. Orangnya juga takut,” katanya.
BACA JUGA:
Cincin Tak Bisa Dilepas, Pemuda di Mojokerto Datangi Petugas Damkar
Masih kata Heroe, cincin tersebut berhasil dilepas dari jari manis korban setelah 45 menit petugas berusaha melepas cincin tersebut. Secara perlahan-lahan cincin tersebut digerinda oleh petugas dengan dilapisi kain dan sesekali petugas memberi pelumas.
“Kurang lebih sekitar 45 menit. Pria ini dari rumah sakit, pihak rumah sakit menghubungi kami dan langsung meluncur ke Kantor Damkar sini. Informasi dari keluarga, hampir satu minggu jari manisnya bengkak,” pungkasnya. [tin/suf]
![Jari Bengkak, Warga Trowulan Mojokerto Minta Bantuan Damkar Lepas Cincin Petugas Damkar Kota Mojokerto menangani pelepasan cincin dari jari manis Harianto (69) warga Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/08/VideoCapture_20230829-193325.jpg)





