Surabaya (beritajatim.com) – Pada dasarnya produksi susu sapi dibuat untuk pertumbuhan anak-anak sapi. Namun, banyak masyarakat yang juga gemar mengonsumsinya.
Kandungan nutrisi seperti zat besi hingga vitamin, tak ayal membuat susu sapi dianggap baik untuk kesehatan.
Meski demikian, beberapa kandungan lain di dalamnya tanpa disadari juga dapat memberikan efek tertentu pada wanita.
Berikut beberapa bahaya mengonsumsi susu sapi pada wanita sebagaimana dirangkum oleh Beritajatim.com di antaranya;
Menimbulkan jerawat
Ketika seseorang mengonsumsi susu sapi, tubuh akan menghasilkan hormon yang serupa dengan insulin IGF-1. Hormon tersebut dipercaya dapat merangsang timbulnya jerawat.
Terkadang kandungan susu sapi membuat bingung sistem endokrin dalam tubuh. Sehingga inilah yang akhirnya muncul proses inflamasi dan tanda tumbuhnya jerawat.
Gangguan kesehatan pada bayi
Kandungan laktosa atau gula alami pada susu sapi biasanya sulit dicerna pada usus manusia, terlebih balita atau bayi.
Tak ayal jika para dokter tidak menyarankan untuk memberikan susu sapi pada anak-anak di bawah umur dua tahun.
[berita-terkait number=”3″ tag=”susu”]
Kesulitan mencerna laktosa dapat menyebabkan sensitivitas hingga memunculkan gangguan kesehatan lainnya, seperti kembung, dermatitis, hingga kemerahan pada kulit.
Menurunkan kesuburan
Mengonsumsi susu sapi rendah lemak atau susu skim lebih dari dua kali dalam seminggu, dipercaya dapat membuat kesuburan pada wanita jadi menurun.
Dalam sebuah penelitian telah disebutkan bahwa susu rendah lemak dapat meningkatkan infertilitas pada tahap evolusi wanita.
Beberapa hipotesis menjelaskan bahwa proses skim atau menghilangkan lemak pada susu sapi bisa memecahkan hormon estrogen serta progesteron yang terikat pada molekul sapi.
Hal ini menyebabkan tersisanya hormon androgenik dan testoteron saja. Sehingga dapat menurunkan kesuburan wanita. Begitu jga sebaliknya, jika susu yang diminum tinggi lemak, maka kesuburan wanita turut meningkatkan.
Nyeri saat Menstruasi
Susu sapi dapat menyebabkan nyeri saat haid pada sebagian wanita, terutama yang mengandung protein kasein A1. Di dalam usus, protein tersebut dapat berubah menjadi kasein morfin peptida inflamasi atau BCM7.
Tak ayal jika kemudian dapat merangsang inflamasi, sitokin histamin, hingga sel mast yang memicu timbulnya nyeri ketika haid.
Patah tulang
Para wanita yang mengonsumsi susu sapi lebih dari empat gelas dalam sehari dapat meningkatkan risiko patah tulang.
Hal tersebut mungkin saja terjadi karena kandungan laktosa yang dikonsumsi secara berlebihan. Alhasil tulang jadi mudah keropos hingga terjadinya osteoporosis karena penyerapan kalsium pada tulang jadi berkurang. (fyi/ian)






