Surabaya (beritajatim.com)- Masyarakat cenderung mengkonsumsi sayuran atau makanan yang ada di alam sekitar, tidak terkecuali jamur. Jamur dapat diolah menjadi berbagai hidangan sederhana yang menggugah selera, mulai dari tumisan, sup hangat, hingga gorengan renyah yang disukai banyak orang.
Namun, dibalik kelezatannya, ada bahaya yang perlu diwaspadai. Tidak semua jamur yang tumbuh liar aman untuk dikonsumsi. Sebagian justru memiliki racun berbahaya yang bisa berakibat fatal bagi kesehatan, bahkan berisiko menyebabkan kematian.
Dengan beragamnya jenis jamur, beberapa di antaranya terlihat mirip dengan jamur konsumsi yang biasa kita kenal. Inilah yang sering menimbulkan salah kaprah, karena tanpa pengetahuan yang tepat, jamur beracun bisa saja ikut tersaji di meja makan.
Jamur Payung Maut
Dalam bahasa inggris, jamur ini disebut sebagai death cap. Jamur ini merupakan jamur paling beracun yang menyebabkan kematian. Sekilas penampilannya polos dan mirip dengan jamur kancing atau jamur tiram yang sering kita masak di dapur. Warnanya putih kekuningan dengan bentuk yang terlihat “aman-aman saja”, sehingga mudah mengecoh mata.
Padahal, hanya sedikit saja jamur ini masuk ke tubuh, racunnya bisa langsung menyerang hati dan ginjal. Memang jamur payung maut lebih banyak ditemukan di wilayah Eropa, tapi tahu bentuk dan bahayanya bisa jadi pengetahuan penting biar kita tidak salah pilih kalau suatu saat bertemu jamur liar yang mirip di sekitar kita.
Jamur Galerina Marginata
Jamur ini termasuk jamur pelapuk yang tumbuh di kayu-kayu tua atau batang pohon yang sudah mati. Sekilas, jamur ini terlihat mirip dengan jamur kayu yang biasanya dikonsumsi sehingga menyebabkan banyak orang awam salah kaprah. Warnanya cokelat kekuningan dengan ukuran kecil, sehingga sulit dibedakan bagi orang awam.
Meski tampak biasa saja, Galerina marginata mengandung racun amatoksin, sama seperti jamur payung maut. Racun ini bisa menyerang organ hati dan ginjal, dan kasus keracunan sering berakhir fatal. Jadi, meskipun terlihat sederhana, jangan sampai tergoda untuk memetik jamur liar di kayu tanpa benar-benar tahu jenisnya.
Jamur False Parasol
Dengan nama ilmiah Chlorophyllum molybdites, jamur ini merupakan spesies yang umum ditemukan di padang rumput dan halaman rumput beriklim sedang dan subtropis. Penampilannya mirip sekali dengan jamur payung yang sering tumbuh di halaman, sehingga banyak orang terkecoh. Tudungnya berwarna putih hingga keabu-abuan, dengan bentuk yang membuatnya tampak “ramah” untuk dimakan.
Padahal, jamur ini bisa menyebabkan keracunan serius. Gejala yang muncul biasanya berupa mual, muntah, diare hebat, hingga sakit perut yang menyiksa. Meski tidak selalu berujung fatal seperti death cap atau Galerina marginata, tetap saja jamur ini berbahaya dan sebaiknya dihindari. Jadi, jangan pernah asal petik jamur liar hanya karena bentuknya terlihat mirip jamur konsumsi.
Dengan mengetahui jenis-jenis jamur, kita bisa lebih waspada dan tidak mudah terkecoh oleh penampilan luarnya yang mirip jamur konsumsi. Pengetahuan sederhana ini bisa menyelamatkan kita dari bahaya keracunan, bahkan risiko kehilangan nyawa. Jadi, lebih baik berhati-hati sejak awal daripada menyesal kemudian.
[Erlina Damayanti]






