Banyuwangi (beritajatim.com) – Dalam kajian mengenai ibadah shalat tahajud, Ustadz Adi Hidayat memberikan penjelasan mendalam tentang jumlah rakaat yang dianggap baik dalam pelaksanaan shalat sunnah ini. Menurut Ustadz Adi Hidayat, shalat tahajud merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam dan memiliki keutamaan besar, terutama sebagai waktu untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah.
Dalam ceramahnya yang disampaikan, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan jumlah rakaat shalat tahajud sebenarnya tidak terikat pada angka tertentu. Namun dianjurkan untuk mengerjakan minimal dua rakaat.
Beliau menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sendiri biasanya melaksanakan shalat tahajud dalam jumlah yang bervariasi. Tetapi pada umumnya tidak lebih dari sebelas rakaat.
“Sebagian ulama berpendapat bahwa dua rakaat adalah jumlah minimal yang disarankan, tetapi tidak ada batasan maksimal. Yang penting adalah konsistensi dan kualitas ibadah yang dilakukan,” ujar Ustadz Adi Hidayat.
Rasulullah Muhammad SAW, kata Adi Hidayat, pernah ditanya jumlah rakaat shalat Tahajud yang bagus untuk dilakukan. Ada beberapa versi yang dilakukan oleh Nabiullah, Muhammad SAW.
“Ada dengan 4 rakaat, 4 rakaat dan 3 rakaat, ada yang 2-2-2-2 kemudian 1. Ada dilakukan di tempat lain juga yang 7 rakaat,” katanya.
Pihaknya juga menekankan, shalat tahajud harus dilakukan dengan penuh khusyuk dan tidak terburu-buru.
“Tujuan utama dari shalat tahajud adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, jadi penting bagi setiap individu untuk menyesuaikan jumlah rakaat dengan kemampuan dan keikhlasan masing-masing,” terangnya.
Dengan penjelasan ini, diharapkan umat Islam dapat memahami shalat tahajud lebih mengutamakan ketulusan dan konsistensi daripada jumlah rakaat semata. Sebagai ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan, shalat tahajud merupakan kesempatan bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri dan mempererat hubungan dengan Allah SWT. [rin/aje]






