Surabaya (beritajatim.com) – Hamil merupakan proses panjang yang dialami oleh para wanita, termasuk ketika melahirkan. Proses ini tidak hanya melelahkan namun cukup menyakitkan. Namun, pengalaman yang didapat tentu akan terbayar ketika sang anak telah lahir ke dunia. Meski begitu para calon ibu ini terkadang masih bingung membedakan ciri atau tanda jika dirinya hendak melahirkan.
Pada dasarnya setiap orang mengalami tanda-tanda melahirkan yang berbeda. Kebanyakan usia melahirkan terjadi pada minggu ke-39 hingga 41 kehamilan. Namun, untuk mempersiapkan diri maka tak ayal seorang ibu harus mengetahui ciri atau tanda-tanda akan melahirkan. Berikut ini beberapa tandanya;
Kontraksi
Kontraksi adalah hal yang paling umum dirasakan oleh para wanita yang hendak melahirkan. Kondisi ini identik dengan rasa sakit di area kewanitaan dan perut, karena otot rahim yang mengalami pengencangan yang semakin lama semakin kuat dan disertai dengan rasa mulas. Kontraksi menjelang melahirkan biasanya berlangsung rutin dan intens.
Keluarnya flek
Keluarnya lendir yang disertai dengan darah juga bisa menjadi tanda bahwa sang ibu sudah mengalami pembukaan pada rahim. Hal ini terjadi akibat serviks sudah mulai melunak dan melebar. Pelebaran ini bisa mencapai satu hingga dua centimeter. Namun, pada beberapa kehamilan, keluarnya flek ini tidak disertai dengan pembukaan yang lancar. Tak ayal jika terkadang seseorang baru bisa melahirkan beberapa hari setelahnya.
Kram dan nyeri punggung
Meski umumnya ibu hamil kerap merasakan rasa sakit pada punggung pada masa kehamilannya, namun menjelang melahirkan intensitasnya akan semakin hebat. Hal ini disebabkan oleh sang bayi yang bergerak mendekati jalan rahim. Pergerakkan inilah yang akhirnya membuat kepala bayi menekan tulang belakang sang ibu.
Sering buang air kecil
Seperti halnya kram atau nyeri punggung, buang air kecil menjadi salah satu hal yang kerap dirasakan oleh ibu hamil. Terlebih ketika menjelang hari kelahiran, maka intensitasnya pun semakin meningkat. Hal ini pun juga salah satu akibat posisi dari kepala si bayi yang menekan pada kantung kemih. Tak ayal jika para ibu ini kerap merasakan ingin buang air kecil.
Pecah ketuban
Pecahnya ketuban merupakan tanda yang paling akurat ketika hendak melahirkan. Sebagian orang akan mengalami kontraksi terlebih dahulu dan kemudian pecah ketuban, namun ada juga yang sebaliknya. Hal tersebut pun normal. Yang pasti ketika ketuban pecah, maka bayi harus segera dilahirkan.
Biasanya persalinan terjadi sekitar 24 jam setelah ketuban tersebut pecah. Yang harus waspada ialah ketika ketuban sudah pecah namun kontraksi tak kunjung dirasakan. Karena hal tersebut dapat membuat bayi terinfeksi bakteri hingga membahayakan keselamatannya. [fyi/esd]






