Ringkasan Berita:
– Tim visitasi KKHI Makkah dampingi jemaah haji yang dirujuk ke RS Arab Saudi (RSAS).
– Petugas memfasilitasi menu makanan Nusantara dan layanan video call bagi jemaah.
– KKHI 2026 resmi terapkan sistem Urgent Care Center (UCC) 24 jam tanpa rawat inap.
– Layanan kesehatan diperkuat melalui kemitraan legal dengan Saudi German Hospital.
Makkah (beritajatim.com) – Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah mengerahkan tim visitasi khusus untuk mendampingi jemaah haji yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) guna memastikan layanan logistik, konsumsi, dan komunikasi tetap terpenuhi selama masa perawatan.
Langkah ini diambil agar jemaah tidak merasa terisolasi meskipun harus menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan lokal milik pemerintah Arab Saudi.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pendampingan ini menjadi krusial mengingat adanya perbedaan budaya dan kebiasaan, terutama terkait menu makanan.
Tim visitasi akan melakukan pengecekan rutin setiap hari ke berbagai RSAS untuk memantau perkembangan kondisi jemaah Indonesia.
Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Edi Supriyatna, menjelaskan bahwa tim ini bertindak sebagai jembatan komunikasi dan penyedia kebutuhan harian jemaah.
“Visitasi itu artinya kita fasilitasi terkait dengan komunikasi, konsumsi. Biasanya makanannya (di RSAS) kan roti dan lain-lain, ada yang tidak suka itu kita fasilitasi juga,” kata Edi di Kantor KKHI Makkah, Selasa (28/4/2026).
Dampingi Konsumsi hingga Video Call
Selain urusan logistik makanan, tim visitasi berperan penting dalam menjaga kondisi psikologis jemaah. Petugas memfasilitasi layanan video call agar jemaah yang sedang dirawat tetap bisa terhubung dengan keluarga di Tanah Air. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan semangat sembuh jemaah sehingga bisa segera kembali ke rombongan kloternya.
“Jadi tidak usah khawatir jemaah haji yang memang kondisinya dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi. Tetap-tetap kita akan lakukan pendampingan,” tegas Edi.
Meski tindakan medis sepenuhnya menjadi wewenang otoritas RSAS, KKHI terus menjalin koordinasi intensif terkait izin kepulangan pasien agar jemaah bisa segera dijemput oleh petugas Indonesia.
Sistem UCC 24 Jam dan Legalitas Layanan
Transformasi layanan kesehatan tahun ini ditandai dengan penerapan konsep Urgent Care Center (UCC) yang beroperasi 24 jam di KKHI Makkah tanpa fasilitas rawat inap. Sebanyak 122 personel medis dikerahkan untuk mendukung sistem ini, dengan pembagian 54 orang bersiaga di KKHI Makkah dan 68 lainnya tersebar di 10 sektor pelayanan.
Guna memperkuat aspek legalitas dan mengikuti regulasi ketat Pemerintah Arab Saudi, KKHI 2026 resmi menggandeng Saudi German Hospital sebagai mitra pihak ketiga. Kemitraan ini memastikan seluruh operasional klinik dan perizinan tenaga medis Indonesia berjalan sesuai aturan hukum setempat.
Saat ini, KKHI telah menyiagakan sekitar 47 pos kesehatan yang tersebar di wilayah Makkah, Madinah, hingga kawasan Armuzna. Fokus utama petugas adalah menangani jemaah risiko tinggi (risti) yang mencapai 70 persen dari total populasi, sembari terus mengedukasi jemaah untuk rutin minum air putih guna mencegah heat stroke di tengah cuaca panas ekstrem Makkah. [ian/MCH]






