Surabaya (beritajatim.com) – Korban ghosting memang sedang marak di era serba digital seperti saat ini. Jika Anda salah satunya, jangan langsung galau lakukan beberapa cara bijak ini untuk menyikapi saat Anda di-ghosting.
Seperti dilansir dari Hum nutrition, Rabu (8/9/2021) Risha Nathan, LCSW, HHC, ahli terapis dari Kota New York mengatakan bahwa istilah ghosting pertama kali muncul setelah kencan online mulai berkembang. Hal ini memang kerap kali terjadi karena mudah untuk menghentikan komunikasi tanpa jejak, apalagi jika hanya mengobrol lewat aplikasi tanpa bertatap muka langsung. Nah dari pada uring-uringan berikut ini cara bijak yang dapat dilakukan jika Anda menjadi korban ghosting:
Biarkan mereka pergi
Masih melansir dari laman yang sama, membiarkan mereka pergi atau mengikhlaskannya merupakan cara paling bijak untuk menyikapi jika Anda di-ghosting. “Biarkan mereka pergi, Anda tidak bisa menahannya,” ucap Risha. Meskipun Anda berpikir untuk terus menghubungi mereka, namun jangan pernah dilakukan. Jika suatu saat nanti mereka kembali dan memberikan penjelasan atas perilaku mereka kepada Anda, pastikan untuk tetap waspada agar Anda tidak mengulang kesalahan yang sama.
Tenangkan diri sendiri
Perlu diperhatikan ketika Anda menjadi korban ghosting, jangan langsung mencari kenalan yang lain, ini tandanya Anda sedang mencari pelarian. Risha menambahkan tenangkan diri sementara waktu dan berpikirlah bahwa ini bukan kesalahan diri sendiri. “Anda tidak bisa disalahkan atas perilaku orang lain, Anda juga tidak bisa mengendalikannya.” Gunakan waktu Anda pasca-ghosting dengan lebih bijak dan fokus pada diri Anda sendiri daripada orang lain.
Hapus semua yang berhubungan dengan mereka
Seperti dilansir dari Bustle, cara yang ampuh untuk sembuh dari luka akibat ghosting adalah menyingkirkan semua hal tentang mereka. Seperti memblokir nomor mereka, meng-unfoll semua media sosial mereka mulai dari Facebook, Twitter, dan Instagram. Cara ini tidak hanya mencegah mereka menghubungi Anda kembali tapi juga membuat mereka jera dan merasa bersalah. Jika sudah begini, jangan pernah berikan kesempatan kedua kepada orang-orang seperti itu. [rsf/esd]






