Surabaya (beritajatim.com)– Banyak orang bangun tidur bukan dalam kondisi segar, melainkan merasakan nyeri punggung atau leher kaku. Padahal, kualitas tidur sangat penting bagi kesehatan tubuh karena saat tidur tubuh melakukan proses perbaikan sel.
Namun, posisi tidur yang salah justru bisa menjadi penyebab cedera pada tulang, otot, hingga saraf tanpa disadari. Karena itu, penting untuk memperhatikan posisi tidur yang digunakan setiap malam. Berikut beberapa posisi tidur yang sebaiknya Anda evaluasi demi menjaga kesehatan tulang belakang:
Tidur Meringkuk
Bagi sebagian orang, tidur meringkuk atau posisi fetal terasa nyaman dan hangat. Namun, jika dilakukan terlalu lama, posisi ini bisa berdampak buruk. Saat tubuh meringkuk dengan kepala menunduk dan punggung melengkung, tulang belakang dipaksa menekuk secara tidak alami. Kondisi ini dapat membuat otot punggung bawah menjadi tegang dan memicu nyeri leher saat bangun tidur. Selain itu, posisi yang terlalu menekuk juga bisa membatasi pernapasan serta meningkatkan risiko peradangan pada ligamen lutut dan pinggul.
Tidur Tengkurap
Tidur tengkurap sering dianggap sebagai posisi paling buruk bagi tulang belakang. Posisi ini membuat lengkungan alami tulang belakang menjadi rata dan punggung melengkung secara tidak normal.
Dampak paling terasa biasanya terjadi pada leher. Karena tidak bisa bernapas melalui bantal, kepala harus diputar ke satu sisi dalam waktu lama. Hal ini dapat menekan saraf dan membuat otot leher menjadi tegang. Selain itu, kebiasaan meletakkan tangan di bawah bantal saat tengkurap juga dapat memberi tekanan pada sendi bahu dan berisiko memicu gangguan pada otot bahu.
Terlentang Tanpa Mengganjal Lutut
Tidur terlentang sebenarnya termasuk posisi yang baik karena berat tubuh tersebar merata. Namun, posisi ini bisa menimbulkan masalah jika kaki dibiarkan lurus tanpa penopang. Tanpa ganjalan di bawah lutut, tulang belakang bagian bawah bisa melengkung berlebihan. Hal ini dapat meningkatkan tekanan pada otot dan bantalan tulang belakang bagian bawah. Solusinya cukup sederhana, yaitu meletakkan bantal di bawah lutut agar lengkungan tulang belakang tetap alami dan tekanan pada punggung bawah berkurang.
Tidur dengan Tangan di Bawah Kepala
Kebiasaan menjadikan tangan sebagai penopang kepala saat tidur sebaiknya dihindari. Perlu diketahui, berat kepala manusia sekitar 4–5 kilogram.
Jika tangan dijadikan tumpuan, saraf pada lengan bisa tertekan dalam waktu lama. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan mengangkat pergelangan tangan setelah bangun tidur. Selain itu, posisi tangan yang terlalu tinggi di atas kepala juga bisa menekan saraf dan pembuluh darah di area leher dan bahu, yang dapat menimbulkan rasa kesemutan atau mati rasa.
Tidur dalam Posisi Duduk
Tidak sedikit orang yang tertidur saat menonton TV atau bersantai di sofa dalam posisi duduk. Padahal, posisi ini kurang baik untuk tulang belakang. Sebagian besar kursi tidak mampu menopang bentuk alami tulang belakang. Saat tidur dalam posisi duduk, kepala biasanya condong ke depan dan membuat otot leher tegang. Selain itu, beban tubuh lebih banyak bertumpu pada tulang ekor dan punggung bawah. Akibatnya, otot punggung harus bekerja lebih keras dan pernapasan pun bisa menjadi kurang optimal. [Meychel Salsabyla]






