Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan mulai merealisasikan Program Jamula (Jalan Mantap dan Alus Lamongan) tahun 2026 dengan menyasar 55 ruas jalan kabupaten, termasuk jalur strategis penghubung antar kecamatan. Dari total tersebut, sebanyak 29 ruas jalan kini telah memasuki tahap pengerjaan di lapangan, sementara sisanya masih dalam proses lelang atau tender.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa program ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan konektivitas wilayah.
“Melalui pelaksanaan program Jamula Mantap ini, kami menargetkan tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Lamongan mencapai 63,55 persen,” kata Yuhronur, Kamis (9/4/2026).
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan dilakukan secara bertahap, terukur, dan akuntabel. Seluruh proses ditekankan pada ketepatan mutu, waktu, serta sasaran pembangunan.
“Selain pembangunan fisik, kami juga terus mengoptimalkan pemeliharaan rutin, guna menjaga kualitas serta keberlanjutan fungsi jalan,” tuturnya.
Sejumlah ruas jalan strategis yang saat ini dalam proses pengerjaan meliputi ruas Deket-Soko, Mantup-Ayamalas, Plaosan-Pucakwangi, Dumpi-Sukobendu, Gampang-Peti’in, hingga Kedungpring-Sukobendu. Selain itu, terdapat pula ruas Laras-Liris, Laren-Blimbing, Mantup-Sambeng, Menengai-Wates, Merpati, Ngimbang-Sambeng, Pucuk-Sekaran, Sekaran-Laren, serta Soko-Dagang.
Sementara itu, beberapa ruas jalan lainnya masih dalam tahap tender, di antaranya Dradah-Kedungpring, Veteran, Bluluk-Sukorame, Tikung-Sumberkerep, Dradah-Bluluk, Tanjung-Songowerang, Kendalkemlagi-Latukan, Plembon-Sugio, Mojorejo-Jegreg, Sidokumpul-Tanjungmekar, hingga Sumberdadi-Sumberkerep.
Program Jamula tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik semata, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami atas nama pemerintah, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung kelancaran pembangunan ini, sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya. [fak/beq]







