Lamongan (beritajatim.com) – Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan “jemput bola” dengan mengunjungi langsung pelanggan jaringan gas (jargas) rumah tangga dan pelaku UMKM di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat (27/3). Kunjungan ini bertujuan memastikan kedaulatan energi nasional tetap terjaga di tengah momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Dipimpin oleh Anggota Komite BPH Migas periode 2025–2029, Dr. Baskara Agung Wibawa, S.E., M.M., rombongan meninjau sejumlah titik di Area Bojonegoro (wilayah kerja Lamongan). Baskara menegaskan bahwa ketersediaan pasokan energi, mulai dari BBM hingga gas pipa, terpantau aman terkendali.
Dalam dialog hangat di Jalan K.H. Ahmad Dahlan dan Jalan Lamongrejo, para pelanggan mengungkapkan kepuasan mereka. H.M. Maftuh, salah satu pelanggan rumah tangga, menyebutkan bahwa jargas memberikan ketenangan karena ketersediaannya yang nonstop 24 jam.
Tak hanya rumah tangga, sektor ekonomi produktif juga merasakan dampaknya. Saat mengunjungi sentra pembuatan otak-otak bandeng khas Lamongan, Baskara menyoroti betapa signifikan efisiensi biaya produksi yang didapat pelaku UMKM setelah beralih ke gas bumi.
“Pengembangan UMKM perlu menjadi perhatian bersama. PGN dan Pemerintah harus bersinergi agar pelaku usaha mendapatkan energi yang murah dan andal. Ini adalah langkah nyata mendukung kedaulatan energi dari dalam negeri,” tegas Baskara.
General Manager PGN SOR III, Hedi Hedianto, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, mengapresiasi dukungan regulator. Ia menjamin bahwa selama periode Lebaran 2026, Tim Penanggulangan Gangguan (TPG) bersiaga penuh.
“Penyaluran gas berjalan lancar. Tim kami siaga 24 jam dan sangat responsif terhadap aduan. Kami melihat potensi pengembangan jargas di wilayah ini masih sangat besar,” ungkap Hedi.
BPH Migas berkomitmen akan terus menyerap aspirasi terkait regulasi harga dan solusi pengembangan infrastruktur jargas ke depan, demi mewujudkan target jargas nasional yang lebih luas dan merata.[rea]






