Pasuruan (beritajatim.com) – Akses transportasi yang menghubungkan Desa Welulang di Kabupaten Pasuruan dengan Desa Negororejo di Kabupaten Probolinggo lumpuh total akibat tertimbun material longsor. Bencana alam ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah pegunungan tersebut sejak Senin dini hari.
Tebalnya tumpukan lumpur dan bongkahan batu menutup seluruh badan jalan hingga tidak bisa dilewati oleh kendaraan maupun pejalan kaki. Kondisi medan yang licin dan tumpukan material yang masif membuat jalur utama antar kabupaten ini terisolasi untuk sementara waktu.
“Jalannya tertutup total oleh lumpur dan bebatuan,” ujar salah seorang warga setempat, Rendra, Senin (9/2/2026).
Sejumlah warga Dusun Pesantren sebenarnya telah berupaya melakukan pembersihan secara manual dengan alat seadanya sejak siang hari. Namun, tenaga manusia tidak cukup kuat untuk menyingkirkan material longsor yang sangat banyak dan lengket di sepanjang jalur tersebut.
“Warga sudah gotong royong untuk membersihkan, namun karena lumpur terlalu banyak akses belum bisa dibuka,” tambah Rendra.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan telah menerjunkan tim untuk melakukan asesmen cepat terhadap dampak kerusakan infrastruktur. Koordinasi lintas instansi dilakukan guna mempercepat proses normalisasi jalur yang menjadi urat nadi perekonomian warga desa tersebut.
“Kita upayakan alat berat besok dari Dinas Bina Marga untuk membersihkan material longsor,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi.
Meski tidak ada laporan mengenai korban jiwa, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan tebing diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Langkah pembersihan total dijadwalkan akan dilakukan pada Selasa pagi agar mobilitas masyarakat antar wilayah bisa segera kembali normal. (ada/ian)






