Blitar (beritajatim.com) – Jalan rusak masih menjadi permasalahan serius Pemerintah Kabupaten Blitar. Dari data Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat total ada 300 kilometer jalan yang mengalami kerusakan.
Ratusan kilometer jalan rusak tersebut mayoritas berada di wilayah selatan Blitar seperti di Kecamatan Bakung, Panggungrejo, Wates hingga Wonotirto. Kondisi kerusakan jalan ini pun bervariatif mulai dari sedang hingga berat.
“Total sekitar 300 kilometer yang mengalami kerusakan kategori sedang hingga berat,” kata Kabid Bina Marga PUPR Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli, Kamis (27/4/2023).
Banyaknya jalan yang rusak tersebut membuat masyarakat Kabupaten Blitar geram. Mereka yang tidak sabar dengan proses perbaikan yang dijalankan Pemkab Blitar akhirnya melakukan penggalangan dana untuk memperbaiki jalan secara mandiri.
Seperti yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat Desa Tumpakkepuh Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar. Masyarakat di sana mampu menggalang dana hingga Rp20 juta. Dana tersebut digunakan untuk menambal sejumlah jalan yang berlubang.
“Jalan yang kami perbaiki ada sekitar 4 kilometer panjangnya tapi ya cuma ditambal dari pada menimbulkan kecelakaan,” kata Cipeng, warga Tumpakkepuh Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar.
Baca Juga:
Viral Netizen Bandingkan Bupati Blitar Dengan Jalan Rusak, Lebih Parah dari Lampung
Hal itu pun direspon Pemkab Blitar. Menurut Dinas PUPR Kabupaten Blitar, pada tahun anggaran perbaikan jalan akan ditambah setelah sebelumnya banyak direfokusing untuk penanganan Covid-19. Sejumlah rencana perbaikan jalan pun telah disusun, salah satunya di Kecamatan Bakung.
Menurut PUPR Kabupaten Blitar, jalan Desa Tumpakkepuh Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar telah masuk daftar perbaikan. Jalan yang menjadi akses wisata ke Pantai Pangi itu akan dilakukan perbaikan dengan beton. PUPR Kabupaten Blitar memastikan proses perbaikan akan mulai digarap pada tahun ini.
“Itu sudah masuk rencana perbaikan tahun ini yang ditumpakepuh itu kan rencananya di beton,” imbuhnya.
Dinas PUPR Kabupaten Blitar sendiri mengakui bahwa kerusakan jalan yang terjadi di wilayah Blitar Selatan maupun bagian utara adalah dampak dari berkurangnya dana perbaikan infrastruktur selama 2 tahun terakhir. Namun Pemkab Blitar memastikan di tahun 2023 ini ada perbaikan jalan yang lebih signifikan.
Baca Juga:
Digelontor Dana Miliaran, Pemekaran Blitar Selatan Lanjut
Selain minimnya dana perbaikan kerusakan jalan juga diakibatkan oleh banyaknya truk bermuatan berat yang melebihi tonase dan melintas di sejumlah jalan baik di wilayah Blitar selatan maupun wilayah utara.
“Kami contohkan untuk yang di Blitar Selatan itu biasanya kan dilintasi truk yang melebihi tonase seperti truk mengangkut kaolin itu gampang merusak jalan,” tegasnya.
Pemkab Blitar sendiri telah menyiapkan dana Rp97 miliar untuk proses perbaikan jalan di wilayah Blitar Utara dan Selatan selama 2023 ini. Dana tersebut masih akan mendapat tambahan dari pemerintah pusat.
Meski memiliki dana yang cukup besar namun Dinas PUPR Kabupaten Blitar belum bisa memperbaiki jalan yang memiliki kerusakan tingkat berat. Sebab, untuk perbaikan jalan tingkat berat harus dilakukan pengecoran beton.
Dicky mengatakan untuk pengecoran beton sepanjang 100 meter memerlukan biaya sekitar Rp300 juta. Sedangkan dalam proses pengerjaan pengecoran beton akan memakan waktu yang cukup lama yakni 28 hari baru bisa dilalui kendaraan. [owi/beq]






