Malang (beritajatim.com) – Jagoan Hosting mengambil langkah strategis menghadapi tantangan keamanan digital di sektor pendidikan dengan menggelar ‘Sosialisasi Mitigasi Serangan Siber pada Website Sekolah’ yang berlangsung di SMKN 1 Sidoarjo pada Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini dihadiri 312 kepala sekolah dan waka kurikulum dari 152 SMA/SMK se-Sidoarjo, sebagai wujud komitmen Jagoan Hosting menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem digital yang aman dan andal di dunia pendidikan.
Acara tersebut menegaskan posisi Jagoan Hosting tidak hanya sebagai penyedia layanan hosting, tetapi sebagai motor penggerak peningkatan kesadaran akan pentingnya keamanan siber di lingkungan sekolah. Sosialisasi ini melibatkan sejumlah pemangku kebijakan utama, seperti Dr. Dhanu Lukmantoro, S.Kom, ST, MM (Kepala Sekolah SMKN 1 Sidoarjo), Ir. Okky Tri Hutomo, M.IT (Direktur Maspion IT), dan Dr. Kiswanto, S.Pd, M.Pd (Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Sidoarjo), yang menunjukkan dukungan kuat dari sektor pemerintah dan industri terhadap inisiatif ini.
Fokus utama kegiatan adalah melindungi wajah digital sekolah dari berbagai ancaman siber nyata, seperti spam, phishing, dan serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang berpotensi melumpuhkan operasional sekolah. Hendry Yoga Priyanto, Key Account Manager sekaligus Security Officer Jagoan Hosting, memaparkan secara lugas lanskap ancaman yang dihadapi website sekolah dan memberikan panduan langkah mitigasi strategis.
“Kami di Jagoan Hosting melihat ada celah kesadaran yang perlu diisi. Karena itu, kami tidak hanya menjelaskan jenis-jenis serangan, tetapi juga memberikan rekomendasi langkah-langkah konkret yang bisa segera diambil oleh pihak sekolah,” ujar Hendry.
Ia menekankan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan para pimpinan sekolah adalah mengevaluasi dan berkonsultasi dengan tenaga ahli terkait kondisi keamanan website mereka saat ini, sebagai fondasi utama mitigasi serangan siber.

Untuk memperkuat komitmen, Jagoan Hosting memformalkan kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang menjadi pintu gerbang pelaksanaan program aksi terukur, yakni Jagoan Hosting Infra Competition (JHIC). Kompetisi ini mengajak siswa dan guru terlibat langsung dalam optimasi website sekolah dengan penerapan ilmu keamanan siber secara praktis.
“JHIC adalah wujud nyata dari misi kami. Melalui kompetisi optimasi website yang melibatkan langsung siswa dan guru, kami mendorong penerapan ilmu keamanan siber secara praktis,” jelas Hendry. Program ini dirancang agar sosialisasi tidak berhenti sebagai acara sehari, melainkan memberikan dampak berkelanjutan bagi peserta.
JHIC berfungsi sebagai jembatan penghubung antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri digital. Jagoan Hosting menggandeng KOMDIGI serta para ahli dari berbagai perusahaan dan universitas untuk memastikan materi dan kasus yang diujikan memiliki bobot industri yang kuat. Dengan demikian, para siswa dapat memperoleh pengetahuan terapan yang menjadi bekal berharga untuk karir masa depan di bidang teknologi informasi.
“Kami memastikan JHIC memiliki bobot industri dengan berkolaborasi bersama KOMDIGI dan para ahli dari berbagai perusahaan dan universitas. Kasus yang diujikan kami rancang agar para siswa mendapatkan pengetahuan terapan yang bisa menjadi bekal karir mereka,” tutup Hendry. [dan/beq]






