Malang (beritajatim.com) – Sejumlah mahasiswa merasa dirugikan uang dan waktu karena wisuda Universitas Negeri Malang (UM) periode 124 dijadwal ulang alias mundur. Sebelumnya, wisuda 124 dijadwalkan Sabtu 9 Maret 2024, tetapi berdasarkan pengumuman terbaru wisuda 124 berlangsung pada Sabtu 11 Mei 2024.
Pengumuman dengan nomor 12.2.110/UN32.I/KM/2024 tersebut membuat mahasiswa curhat dan mengeluh lewat berbagai media sosial, mulai dari TikTok, X (Twitter), dan Instagram. Akun X bernama @arbimmmm1, mengaku sudah membeli tiket pesawat, kereta api, booking villa, dp sewa mobil, dan lain-lain untuk persiapan wisuda UM yang semula 9 Maret.
“Saya salah satu mahasiswa dari luar Jawa. Untuk tiket pesawat bisa di refund tapi ada potongan 25% sehingga rugi 2 jutaan, tiket kereta api bisa di refund tapi dipotong sehingga rugi 160 ribu. Lalu villa tidak bisa refund dan tidak bisa reschedule kami rugi 1,2 juta. Total kerugian saya hingga 3,5 juta rupiah,” ungkapnya melalui thread yang dibagikan akun @yujjukim.
beritajatim.com coba menghubungi salah satu perwakilan calon wisudawan periode 124 yang sudah menjalin komunikasi dengan pihak rektorat. Jamal Malik mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling mengaku beberapa hari lalu, dia bersama 2 orang kawannya berkomunikasi dengan Rektorat.
“Hasilnya pihak rektorat membenarkan bahwa wisuda ke 124 dijadwalkan ulang. Alasan dari pihak rektorat karena rektor memiliki jadwal mendadak ke luar kota pada waktu wisuda 9 Maret, yang menurutnya menguntungkan pihak UM,” ungkap mahasiswa dari Bekasi tersebut.
Menurut Jamal, alasan lain dari Rektorat karena ada sistem yang mendeteksi wisudawan 124 yang tidak terdaftar, tetap bisa terdata di sistem 124. Selain itu, ada juga wisudawan 124 yang tidak terdata di sistem, tetapi sudah mendaftar wisuda 124 di Siakad UM.
Dengan penjadwalan ulang wisuda periode 124, Jamal merasa kaget dan kecewa. Ia kecewa lantaran penjadwalan ulang dilakukan dengan terkesan mendadak, padahal surat edaran wisuda 124 sudah tersebar.

“Saya dirugikan dalam hal uang dan waktu. Mungkin ini berlaku ke semua wisudawan yang sudah membooking transport, hotel, mua, dan sebagainya. Beserta waktu pengajuan cuti yang sudah diajukan oleh wisudawan yang sudah bekerja,” tegas Jamal.
Ia juga sempat mendengar ada yang sampai habis 17 Juta Rupiah, bahkan mendapat Surat Peringatan (SP) karena pengajuan cuti untuk wisuda yang diundur. Jamal mewakili wisudawan 124 berharap, UM tidak plin plan dalam mengatur jadwal kegiatan termasuk wisuda.
“Jika ini terus terjadi setiap waktu, kami khawatir UM akan dipandang jelek oleh pihak luar. Dan saya berharap UM setidaknya bisa memberi kompensasi kepada wisudawan 124 yang sudah memesan persiapan wisuda 124 yang menghabiskan uang tidak sedikit,” katanya menutup.
Sementara dari pihak UM belum ada tanggapan soal ini. Terbaru beritajatim.com coba mewawancarai Wakil Rektor 1, Prof. Ibrahim Bafadal. Namun Prof Ibrahim mengajarkan untuk melakukan wawancara dengan Direktur Kemahasiswaan dan Alumni.
“Hubungi Dr Heny Kusdiyanti,” ungkap Prof Ibrahim selepas acara open house UM, Jumat (23/2/2024). Namun, sampai berita ini dibuat Dr.Heny belum menanggapi pesan WhatsApp beritajatim.com. (dan/kun)







1 Komentar
Buat calon maba yang mau kuliah di UM, mending dipikirin lagi deh. Kampus ini emang problematik kalo bikin kebijakan, sering ngasih info mendadak dan ga dengerin aspirasi mahasiswanya