Malang (beritajatim.com) – DSI UM (Departemen Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang) menghelat kuliah tamu bertema ‘Menjawab Kebutuhan Informasi Generasi Milenial melalui Kritik Sastra’. Kuliah tamu tersebut mendatangkan Assoc. Prof. Norhayati AB Rahman dari Universiti Malaya, Malaysia.
Kepala Departemen (kadep) Sastra Indonesia, Dr. Azizatuz Zahro’, S.Pd, M.Pd, menyampaikan bahwa kuliah tamu membuka cakrawala mahasiswa bahwa realitas yang ada di dalam sastra harus dipahami sebagai realitas imajinatif yang merefleksikan suatu tujuan.
“Teks sastra bukan sekadar ekspresi keindahan, tetapi juga media mewariskan nilai-nilai luhur, dapat menjadi dokumen sejarah, bahkan alat propaganda,” ujar Dr. Azizatuz Zahro’ kepada beritajatim.com, Jumat (24/3/2023).
“Kritik sastra adalah cabang ilmu sastra yang bukan hanya bukan menghakimi suatu karya, melainkan juga untuk menafsir sastra lebih luas,” sambungnya.
Lebih lanjut, kadep DSI tersebut berharap kerjasama dengan Universiti Malaya dapat ditingkatkan dalam bentuk yang lain. “Kerjasama dalam bentuk lain seperti kolaborasi penelitian, pertukaran mahasiswa, penguji tamu untuk program pascasarjana, dan lain-lain,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”UM”]
Agenda tersebut sudah berlangsung pada hari Jum’at (17/03/2023) lalu. Dihadiri sekitar 350 mahasiswa DSI. Selain Assoc. Prof. Norhayati pembicara lainnya dari internal UM adalah Prof. Dr. Wahyudi Siswanto yang dikenal juga sebagai sastrawan.
Assc. Prof. Norhayati AB Rahman menyampaikan bahwa di Malaysia, karya-karya sastrawan Indonesia seperti karya Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar, dan Pramoedya Ananta Toer juga menjadi bagian dari kajian sastra di tempatnya. Di Universiti Malaya, mahasiswa dibiasakan menggunakan teori Barat dan teori tempatan (teori lokal) dalam kritik sastra.
“Untuk menjadi kritikus, kita harus mempunyai ilmu, keterampilan, dan budaya. Kita sudah terlalu lama menggunakan teori Barat yang kadang tidak sesuai dengan karakteristik karya lokal kita yang diwarnai budaya Timur dan Islam,” tegas perempuan yang akrab disapa Cik Gu Yati itu di hadapan mahasiswa.
Prof. Norhayati merupakan technical assistance Departemen Sastra Indonesia dalam program World Class University (WCU), dia juga merupakan seorang penyair. Karena itulah di sela penyampaian materi, Prof. Norhayati membacakan puisi Dingin Pagi di Kota Malang karya Prof. Wahyudi Siswanto.
Sebagai balasan, Prof. Wahyudi juga membacakan puisi karya Prof. Norhayati yang berjudul Laut Cinta. Kuliah tamu diakhiri dengan pembacaan puisi dari jajaran dosen DSI UM, diantaranya ada Prof. Djoko Saryono dan Dr.Yuni Pratiwi. [dan/kun]






