Surabaya (beritajatim.com) – Mesin pencarian google kemarin, Sabtu (18/9/2021) menampilkan sosok wanita yang tengah sibuk meracik teh hijau di dalam lab nya. Siapa sebenarnya tokoh yang dijadikan doodle oleh google tersebut?
Dia adalah Michiyo Tsujimura, ahli biokimia serta dokter pertanian wanita pertama Jepang yang melalui penelitianya, berhasil mengungkapkan rasa pahit pada teh hijau. Google menampilkan desain doodle terbarunya untuk menandai hari ulang tahun Michiyo yang ke-133. Ilustrasi doodle tersebut menunjukkan Michiyo melakukan penelitian dikelilingi oleh secangkir teh hijau dan daun teh.
Michiyo lahir pada 17 September 1888 di Okegawa, Jepang. Ia memulai karirnya sebagai seorang guru sains sebelum kemudian mengejar mimpinya menjadi peneliti ilmiah. Pada tahun 1920, ia mulai bekerja di Universitas Kekaisaran Hokkaido dan meneliti ulat sutra Jepang.
Sepak terjangnya menjadi ilmuan wanita bukanlah sesuatu yang mudah. Di laporkan tidak dibayar sebagai asisten laboratorium di Universitas Kekaisaran Hokkaido. Universitas tersebut bahkan tidak menerima mahasiswa perempuan. Namun semuanya berujung manis ketika dirinya bertemu dengan rekan sesama peneliti, Dr. Umetaro Suzuki.
Seperti melansir Next Shark, Michiyo memulai penelitian teh hijaunya dengan Dr. Umetaro Suzuki ketika dia dipindahkan ke Universitas Imperal Tokyo beberapa tahun kemudian. Dr. Umetaro dilaporkan merupakan penemu Vitamin B1. Michiyo dan Dr. Umetaro bersama-sama menemukan bahwa teh hijau mengandung Vitamin C.
Melalui penelitiannya tersebut ia juga menamukan bahwa banyak senyawa molekuler dari teh hijau, seperti katekin dan tanin yang memberikan rasa pahit pada teh. Hasil dari penelitiannya tersebut kemudian juga menjadi tesis studinya, yang berjudul “Komponen Kimia pada Teh Hijau” berkat hasil tesisnya tersebut, ia menjadi wanita pertama yang mendapatkan gelar doktor di bidang pertanian Jepang pada tahun 1932 di Universitas Imperal Tokyo.
Selain itu pada tahun1956, ia dianugerahi ‘Penghargaan Ilmu Pertanian Jepang’ untuk penelitiannya tentang teh hijau, sebelum meninggal pada tahun 1969 pada usia 81 tahun. Untuk mengormati jasa-jasnya, sebuah monumen batu terletak di tempat kelahirannya di Kota Okegawa, Jepang. (rsf/tur)






