Pasuruan (beritajatim.com) – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Yadika Pasuruan turut berkontribusi dalam pengembangan ekonomi lokal melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Kali ini, dosen dan mahasiswa ITB Yadika Pasuruan memberikan pendampingan kepada Maggot Center Pasuruan (MCP) yang berlokasi di Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
Maggot Center Pasuruan sendiri merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang budidaya maggot dan bio-konversi limbah organik. Maggot, atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF), memiliki potensi besar sebagai sumber protein hewani dan bahan baku pembuatan pupuk organik.
“Kami melihat potensi besar dari Maggot Center Pasuruan ini. Oleh karena itu, kami ingin membantu dalam hal pemasaran agar produk-produk mereka dapat dikenal lebih luas,” ujar Erri Wahyu Puspitarini selaku Ketua Tim PKM.
Kegiatan PKM yang dilaksanakan sejak Mei hingga November 2024 ini fokus pada pengembangan branding dan manajemen pemasaran. Tim PKM ITB Yadika Pasuruan memberikan pelatihan kepada pengelola MCP mengenai cara membangun merek yang kuat, strategi pemasaran yang efektif, serta pembuatan website untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Dengan adanya website, produk-produk MCP akan lebih mudah diakses oleh konsumen, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Pasuruan,” tambah Erri.
Kegiatan PKM ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal dan teknologi.
“Kami berharap dengan adanya pendampingan ini, Maggot Center Pasuruan dapat berkembang lebih pesat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkas Erri. Kegiatan ini menggunakan dana hibah DRTPM Kemendikbudristek tahun anggaran 2024 dengan judul Green Economy berbasis Teknologi pada Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) dan Bio-Konversi Pengolahan Sampah Organik. (ada/ted)






