Surabaya (beritajatim.com) – Perseteruan antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan PKB semakin panas, setelah Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Sekertaris Jendral PBNU, berencana merebut PKB lewat 5 panitia khusus atau pansus.
Gus Ipul menuding elit PKB berniat membawa lari (‘mengaburkan’) sejarah dari berdirinya PKB. Oleh sebab itu ia melalui PBNU, membentuk 5 pansus.
Menanggapi hal itu, Pj Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfuzd menyampaikan bahwa itu ranahnya PBNU. Dan dia, tidak berpikir sejauh itu.
“Kita sekarang fokus di Konferensi Wilayah Jawa Timur, dan yang ada itu memang di tingkat PBNU ya. Tapi kita, bagi saya sendiri, ya juga biasa saja terhadap keluarga di PKB itu semuanya keluarga,” kata KH Abdul Hakim Mahfuzd, ketika konferensi pers di gedung PWNU Jatim, Selasa 30 Juli 2024.
Rasa kekeluargaan itu juga ditegaskan, KH Abdul Hakim Mahfuzd atau Gus Kikin. Kata dia, tercermin di dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Jatim. Yang nanti tak mengundang banyak partai.
“Kita mengundang banyak organisasi lain. Dan ya memang tidak banyak mengundang partai politik, karena kita (PWNU) organisasi masyarakat organisasi keagamaan,” jelas pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur, Gus Kikin.
Sementara sikap dari PWNU Jatim melihat niatan PBNU yang ingin merebut PKB. Gus Kikin enggan memberikan komentar banyak. Karena, dia tidak bisa (mungkin) mempertanyakan hal itu ke PBNU.
“Wah itu mah PBNU, saya kan gak bisa mempertanyakan itu ke PBNU,” jelasnya.
“Kalau saya ya itu tadi. Bahwa kita itu memang semangatnya kebersamaan, ukuwah. Dan PBNU punya sikap seperti itu lha kalau dari PWNU, saya tidak bisa mengomentari sikap PBNU,” tandasnya. [ram/ian]






