Surabaya (beritajatim.com) – Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) bersama kelompok PKK Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya, menggelar Pameran Produk Kerudung Eco Print, Minggu (5/10/2025).
Pameran ini menjadi puncak dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada pemanfaatan limbah dapur sebagai pewarna alami untuk produk tekstil ramah lingkungan.
Kegiatan PKM yang didanai oleh Kemristekdikti ini telah berjalan sejak Agustus 2025. Tim dosen ISTTS, yang dipimpin oleh Bonifacia Bulan A.T., S.Ds., M.A., berupaya memberikan solusi atas dua persoalan utama, yakni tingginya limbah dapur rumah tangga dan rendahnya aktivitas ekonomi produktif di kalangan PKK.
Dalam pameran tersebut, ditampilkan puluhan kerudung bermotif eco print yang dihasilkan dari serangkaian pelatihan. Sebanyak 60 produk dilaporkan telah lolos uji kualitas dan siap dipasarkan.
Produk-produk ini dibuat menggunakan teknik eco print dengan pewarnaan alami dari limbah dapur seperti kulit bawang, sisa teh, dan kopi. Selain pelatihan produksi, para ibu PKK juga menerima pendampingan dalam branding, pembuatan logo, katalog, dan pemasaran digital.
Bonifacia menyatakan kebanggaannya atas hasil tersebut. Menurutnya, pameran ini bukti nyata inovasi sederhana dapat menghadirkan manfaat ganda, seperti mengurangi limbah sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga.
“Kami bangga melihat antusiasme ibu-ibu PKK yang kini mampu menghasilkan produk kreatif dan bernilai jual,” ujarnya.
Pameran ini tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga simbol transformasi kelompok PKK dari komunitas sosial menjadi komunitas produktif.
Produk eco print ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mengangkat potensi lokal berbasis ramah lingkungan.
Ke depan, ISTTS berkomitmen untuk terus mendampingi mitra dalam penguatan kualitas produk, pengelolaan media sosial untuk promosi, serta finalisasi katalog agar produk-produk ini siap bersaing di pasar yang lebih luas. [ipl/but]






