Surabaya (beritajatim.com) – Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) sukses memberdayakan para ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kelurahan Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya, melalui pelatihan inovatif eco print menggunakan pewarna alami dari limbah dapur.
Program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dipimpin oleh dosen Desain Komunikasi Visual ISTTS, Bonifacia Bulan Aruming Tya, M.A, bersama tim yang terdiri dari Kelvin, M.M, (Teknik Industri) dan Dr. Dra. Sufiana (Desain Komunikasi Visual).
Pelatihan ini mengajarkan teknik pembuatan kerudung bermotif eco print dengan memanfaatkan sisa bahan dapur yang biasanya terbuang, mengubahnya menjadi pewarna alami yang bernilai jual.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa limbah dapur yang sederhana pun bisa menjadi sumber inovasi dan peluang ekonomi baru. ISTTS berkomitmen terus menghadirkan solusi kreatif dan aplikatif yang berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Bonifacia, Jumat (3/10/2025).
Bonifacia mengungkapkan bahwa kini PKK PKK RT 07, RW 01 Kelurahan Medokan Ayu telah bertransformasi dari kelompok sosial menjadi komunitas produktif.
Melalui serangkaian kegiatan mulai dari sosialisasi, pelatihan teknik produksi, hingga penyuluhan branding dan pemasaran digital, kelompok PKK ini berhasil memproduksi total 93 kerudung eco print. Sebanyak 60 produk dinyatakan lolos uji kualitas dan siap dipasarkan.
“Produk ini telah diberi merek dan logo sederhana, serta dipromosikan melalui media sosial. Ini menjadi langkah awal mereka memasuki pasar digital,” kata Bonifacia.
Ia menambahkan, PKM ini dirancang untuk menjawab dua isu utama. Pertama, menciptakan nilai guna dari limbah dapur sebagai pewarna alami. Kedua, meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga untuk menambah pendapatan keluarga.
Program ini memberikan dampak nyata pada aspek sosial dan ekonomi mitra. Secara sosial, keterampilan dan rasa percaya diri anggota PKK meningkat. Secara ekonomi, program ini membuka peluang usaha kecil berbasis komunitas dan potensi pemasukan tambahan bagi keluarga melalui penjualan produk.
ISTTS berkomitmen untuk melanjutkan pendampingan, termasuk finalisasi katalog, penguatan strategi pemasaran digital, dan peningkatan standar kualitas (Quality Control) produk. Langkah ini diharapkan dapat membuat mitra menjadi semakin mandiri dan berdaya saing di pasar. [ipl/kun]






