Lumajang (beritajatim.com) – Fakultas Keperawatan Universitas Jember membuka pelayanan dan konsultasi kesehatan setiap hari untuk pengungsi korban erupsi Gunung Semeru, di SMP Negeri 2 Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Konsultasi dan layanan kesehatan berlangsung dalam dua sesi, pagi dan sore. Masing-masing sesi ditangani satu dosen dan dua mahasiswa. Tim juga aktif memeriksa kesehatan pengungsi dengan cara mendatangi tiap kelas yang menjadi tempat tinggal sementara pengungsi. “Setiap hari rata-rata ada 60 hingga 70 pasien yang memeriksakan diri,” kata Arista Maysaroh, salah satu dosen, sebagaimana dilansir Humas Unej, Jumat (17/12/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”erupsi-semeru”]
Keluhan terbanyak adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), migrain, penyakit kulit, dan penyakit mata akibat terkena debu kala erupsi. “Ada juga yang tekanan darahnya naik alias hipertensi, maklum hidup di pengungsian tentu bukan pilihan yang nyaman. Apalagi banyak yang memikirkan nasib lahan dan ternaknya,” kata Arista.
Komandan Rayon Militer Pasirian Kapten (Arm) Onny Arianto memuji keberadaan tim relawan kesehatan Fakultas Keperawatan ini. “Ada dua lokasi pengungsian besar di Kecamatan Pasirian, di kantor Kecamatan Pasirian yang dilayani oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Pasirian dan kedua di SMPN 2 Pasirian yang kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh,” katanya. [wir/kun]






