Surabaya (beritajatim.com) – Masalah terbesar di Indonesia saat ini adalah praktik judi online (judol). Berdasarkan data dari PPATK, bahwa hari ini uang rakyat Indonesia yang hilang atau terbang ke Kamboja akibat judol sebesar Rp300 triliun.
Untuk membahas masalah itu, Dinas Kominfo Provinsi Jatim mengadakan Webinar Cerdas Digital Bedah Ruang Siber Jilid X pada Jumat (22/8/2025). Tema kali ini adalah Etika Digital dan Pertahanan Siber: Mempersiapkan Generasi Tangguh di Dunia Maya.
Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.SI., M.IP yang membuka Webinar mengatakan, bahwa penetrasi internet di Jatim saat ini sebesar 82,19 persen. Ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang masih 81 persen lebih.
“Di internet ada hal positif, ada juga hal yang negatif. Yang penting mitigasi kita mengenali ancamannya, yakni ketika kejadian kita harus ngapain. Tidak ada sistem yang nggak bisa dijebol atau diganggu. Yang penting sistem ini bisa memitigasi dirinya. Ada infrastruktur dan SDM untuk mengatasinya. SDM inilah titik paling lemah. Untuk itu, dengan webibar ini, kami ingin mempersiapkan generasi tangguh di dunia maya. Kita nggak hanyabmenjadi objek, tapi memanfaatkan internet ini dengan baik,” kata Sherlita.
Pihaknya juga mengaku sangat khawatir dengan judi online yang telah massif memanfaatkan internet dan merusak generasi muda. “Teman-teman, kita akan belajar sama-sama hari ini dengan suhunya langsung Pak Onno,” tuturnya saat membuka webinar.
Pakar Teknologi Informasi dan Komunikasi sekaligus Praktisi Keamanan Siber, Onno W. Purbo, M.eng., Ph.D. menjelaskan, Jatim ini luar biasa. Ini karena pusat hacker mudanya Indonesia ada di Jatim. Salah satunya ada di SMK Telkom Malang. “Ini hacker dalam arti positif ya. Pada 25 September nanti, juga ada kompetisi hacking yang diadakan Kominfo Jatim,” tuturnya.
Onno menjelaskan, bahwa memang benar jika masalah terbesar di Indonesia adalah judi online. “Saya ngobrol dengan teman-teman PPATK beberapa waktu lalu, dan kondisinya memang lebih seram. Hari ini uang Indonesia yang hilang dan terbang ke Kamboja tembus Rp300 triliun. Mungkin satu orang bisa Rp20 ribu atau Rp50 ribu, tapi kalau dikalikan jutaan pengguna, sudah berapa. Duitnya Rp300 triliun itu bukan dari APBN, tapi duitnya rakyat Indonesia yang main judi online. Oleh karena itu, PPATK kemarin kan memblokir rekening yang 3 bulan tidak pernah digunakan. Ini karena dicurigai untuk transaksi judi online,” paparnya.
Perangkat Android yang terhubung dengan internet dan menyimpan data pribadi, lanjut dia, sangat rentan dan menjadi target potensial untuk serangan RAT. RAT atau Remote Access Trojan adalah malware yang memungkinkan penyerang untuk memantau aktivitas perangkat, mengambil alih kontrol, dan mencuri data pribadi.
“Saran saya jangan buka-buka situs brengsek seperti situs bokep atau porno. Karena di dalam situs brengsek, banyak yang brengsek-brengsek juga seperti serangan RAT dan mencuri data pribadi anda,” pungkasnya menjawab pertanyaan seorang ASN dalam webinar, yakni bagaimana caranya terhindar dari RAT. [tok/beq]






